Berita Kukar Terkini

Lima Warga Binaan Lapas Perempuan Tenggarong Dapat Program Asimilasi di Rumah, Begini Syaratnya

Warga binaan Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong hingga saat ini, Minggu (30/1/2022) berjumlah 354 orang yang terbagi menjadi dua, yakni Narapidana (N

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong, Tri Winarsih. Ia mengemukakan, pihaknya sudah menjalankan program asimilasi berdasarkan Perenkumham No. 43 tahun 2021, yang mana terdapat 3 warga binaan telah mendapat program asimilasi di rumah. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Warga binaan Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong hingga saat ini, Minggu (30/1/2022) berjumlah 354 orang yang terbagi menjadi dua, yakni Narapidana (Napi) sebanyak 344 orang dan tahanan sebanyak 10 orang.

"Tapi ada delapan tahanan masih di Polres Kukar," ujar Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong, Tri Winarsih.

Tri Winarsih mengemukakan, pihaknya juga sudah menjalankan program asimilasi berdasarkan Perenkumham No. 43 tahun 2021, yang mana terdapat tiga warga binaan yang telah mendapat program asimilasi di rumah.

"Dan akan menyusul kembali dua orang dan masih dalam proses administrasi. Nanti kalau administrasinya selesai baru kita keluarkan," jelasnya.

Ia menjelaskan, warga binaan yang mendapatkan asimilasi tersebut merupakan pilihan sesuai kriteria yang telah ditentukan oleh aturan.

Baca juga: 107 Warga Binaan di Lapas Perempuan Tenggarong Disuntik Vaksin

Baca juga: Sebagai Kalapas Baru di Kukar, Tri Winarsih Siap Perjuangkan 2 PR Besar di Lapas Perempuan

"Seperti kasus pencucian uang itu tidak bisa, kalau narkoba itu hanya pengguna yang bisa dapat," ucapnya.

Tri Winarsih menambahkan, program asimilasi dari Permenkumham No. 43 tahun 2021 tersebut merupakan Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Syaratnya itu sudah menjalani 2/3 masa hukuman, kemudian tidak terkait dengan PP Nomor 99 tahun 2012 dan tidak sedang menjalani subsidair," tuturnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved