Ternyata Bukan Ahok atau Risma, Isran Noor Ungkap Tokoh Paling Pas Jadi Kepala Badan Otorita IKN

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengungkap siapa sosok yang jadi calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara,

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Doan Pardede
HO/ TRIBUNKALTIM.CO
Momen Gubernur Kaltim Isran Noor saat bersama mantan Sekda Provinsi Kaltim HM Sabani Rabu (2/2/2022), di sela acara silaturahmi pejabat yang telah purna tugas di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor ikut mengemuka sebagai calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara.

Beberapa kalangan menilai Isran Noor yang berasal dari Kaltim dan memahami serta mengetahui seluk-beluk IKN baru di sebagian wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU)

Saat ditemui Rabu (2/2/2022) disela acara silaturahmi pejabat yang telah purna tugas di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Isran Noor menanggapi hal tersebut dengan santai.

"Nggak papa kan nama saja kan (disebut), nggak apa namanya orang dukung boleh saja," ujar Isran Noor.

Baca juga: NEWS VIDEO Dua Saran untuk Jokowi Terkait Kepala Otorita IKN

Baca juga: Ahok Calon Kepala Otorita IKN Nusantara, PKS Tegaskan Dua Hal: Tidak Menimbulkan Kegaduhan Politik

Baca juga: Tokoh Kalimantan Tandingan Ahok Cs untuk Kepala Otorita IKN, Irianto Lambrie hingga Syaharie Jaang

Lebih lanjut, sembari melontarkan guyonan pada awak media, dia menilai bahwa semua tokoh luar atau di Kaltim sendiri layak untuk menjadi Kepala Badan Otorita.

Bahkan menyebut mantan Sekda Provinsi Kaltim HM Sabani juga dinilai layak.

Sembari mengatakan, dirinya belum layak untuk menempati posisi Kepala Badan Otorita IKN tersebut.

"Bagus saja itu (mendukung), siapa aja (layak) banyak peluang kita termasuk HM Sabani, mantan sekda. Punya kapasitas," sebut Isran Noor.

"Kalau saya nggak usah, banyak yang lebih hebat dari saya," imbuhnya.

Mantan Sekda Provinsi Kaltim HM Sabani pun coba dikonfirmasi, disela kegiatan ini.

Saat menyinggung namanya disebut Isran Noor layak sebagai Kepala Badan Otorita, dia hanya tersenyum dan menanggapi bahwa dia ingin menikmati masa purna tugas.

"Ohh nggak-nggak (belum layak), saya mau yang ringan-ringan saja, siapa yang sebut ? (Pak Isran Noor, jawab awak media). Santai-santai saja dulu (selepasa pensiun), nggak usah terlalu berpikir yang berat dulu," kata HM Sabani.

Calon Kepala Otorita IKN

Jokowi memang belum menyebutkan siapa Kepala Otorita IKN.

Namun tahun 2020, Jokowi sempat menyebut sejumlah nama yang menurutnya adalah kandidat untuk Kepala Otorita IKN. 

Baca juga: Fakta Baru Nusantara Dipilih Jadi Nama IKN di Kaltim, 2 Rektor Langsung Kecewa hingga Alasan Jokowi

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020) seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com. 

Sebenarnya, saat itu Jokowi mengatakan keputusan akan diambil dalam waktu dekat.

Hanya saja sampai sekarang belum ada nama yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara ( IKN ).

"CEO-nya sampai sekarang belum diputuskan, dan akan segera diputuskan insya Allah dalam minggu ini," tuturnya kala itu.

Nama-nama yang mengemuka sebagai Kepala Badan Otorita IKN

Belakangan, ada 4 nama yang masuk kriteria Jokowi sebagai Kepala Otorita.

Beberapa calon yang masuk kriteria pun sudah memberi jawaban seperti Ahok, Tri Rismaharini, Ridwan Kamil hingga Bambang Brodjonegoro.

Penujukan Kepala Otorita sendiri dilakukan paling lambat dua bulan setelah UU IKN disahkan.

Artinya, nama Kepala IKN di Kaltim akan diumumkan Jokowi pada Maret mendatang.

Dilansir dari Kompas.com, bursa calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara "Nusantara" diramaikan oleh sejumlah nama.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengungkap kriteria Kepala Otorita yang ia inginkan, yakni pernah memimpin daerah dan berlatar belakang arsitek.

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Bukan Ahok, 4 Calon Kepala IKN Nusantara Kaltim, Kriteria Jokowi, Ridwan Kamil dan Risma Berpeluang

Dengan kriteria tersebut, dugaan publik mengerucut pada empat nama yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat Menteri Sosial Tri Rismaharini, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Ke empatnya punya pengalaman memimpin daerah dan berlatar arsitek.

Namun, sebelumnya, pada Maret 2020 Jokowi sempat menyebutkan sederet nama yang dinilai potensial memimpin pemerintahan ibu kota baru.

Mulai dari mantan kepala daerah hingga eks menteri. Nama-nama itu yakni, eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, dan mantan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Tumiyana.

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Beberapa nama yang disebut masuk dalam bursa Kepala Otorita IKN itu pun telah buka suara.

Jawaban Risma

Menanggapi isu ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini menilai bukan hanya dirinya kepala daerah yang berlatar belakang arsitek.

"Banyak, banyak kepala daerah yang (berlatar) arsitek.

Bukan hanya aku saja.

Jadi, enggak bisa ngomong aku," kata Risma saat ditemui usai menanam Mangrove di Pantai Telaga Waja, Badung, Bali, Minggu (23/1/2022).

Risma juga tak menjawab gamblang ketika ditanya apakah ia siap jika ditunjuk untuk mengisi posisi itu.

Ia hanya mengatakan bahwa dirinya harus melapor lebih dulu ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lantaran dia merupakan kader partai banteng.

"Ibu (Megawati) tahu saya.

Saya harus melapor ke Ibu.

Karena Ibu tahu siapa saya.

Apakah saya tepat di situ atau tidak," jawab Risma.

Saat kembali didesak awak media untuk menjawab kesiapannya jika ditunjuk, Risma menjawab bahwa hal ini bukan sekadar soal kesiapan.

"Bukan soal siap.

Orang saya enggak tahu kok," jawab Risma sembari tertawa.

Jawaban Ridwan Kamil

Nama lain yang disebut-sebut menjadi incaran Jokowi yakni Ridwan Kamil.

Ketika dimintai tanggapan terkait hal ini, Emil, begitu sapaan akrabnya, enggan banyak berkomentar.

"Saya tidak mau berandai-andai.

Belum pasti saya juga," kata Emil saat dikonfirmasi pada Jumat (21/1/2022).

Menurut Emil, kepala daerah yang berlatar belakang arsitek tidak hanya dirinya.

Namun, siapa pun yang dipilih Jokowi, Emil berharap figur tersebut bisa maksimal dalam membangun ibu kota baru.

"Kriteria kepala daerah arsitek kan enggak hanya saya.

Tapi, siapa pun yang terpilih, harus maksimal membangun ibukota yang diputuskan pindah ke Kalimantan.

Jadi saya tidak mau gede rasa, tidak mau berandai-andai, takut salah," katanya

Namun, ketika ditanya soal kesiapannya jika ditunjuk oleh presiden, Emil mengaku saat ini masih ingin menuntaskan janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Saya belum bisa menjawab, saya masih Gubernur Jawa barat.

Saya belum bisa menjawab hal yang belum pasti.

Saya tidak mau berandai-andai," tutur mantan Wali Kota Bandung itu.

Jawaban Ahok

Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga banyak dijagokan sebagai Kepala Otorita IKN.

Namun, saat dimintai tanggapan terkait hal ini, Ahok tak mau angkat bicara.

"Tidak ada tanggapan," kata Ahok kepada Kompas.com, Senin (24/1/2022).

Sementara, Hasto Kristiyanto menilai bahwa Ahok berpotensi ditunjuk Jokowi untuk memimpin ibu kota baru.

Sebab, kader PDIP itu telah berhasil menunjukkan dedikasinya saat memimpin Jakarta.

"Ini kan orang-orang yang memang telah teruji kepemimpinannya," kata Hasto, Senin.

Jawaban Bambang Brodjonegoro

Eks Menristek Bambang Brodjonegoro juga tak mau memberikan banyak tanggapan.

Ia mengatakan, pernyataan Jokowi yang menyebutnya sebagai satu dari empat nama potensial calon Kepala Otorita IKN sudah lama disampaikan dan kini tidak lagi relevan.

"Sudah dua tahun lalu itu, sudah kurang relevan untuk saya," ucap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/1/2021).

Ketika ditanya kesediannya menjadi Kepala Otorita IKN apabila ditunjuk presiden, Bambang mengaku ingin fokus pada kesibukannya saat ini, mengajar di kampus dan mengurus korporasi.

"Saya sibuk di kampus dan korporasi sekarang," kata dia.

Sebagaimana diketahui, setelah tak menjabat sebagai menteri, Bambang memilih kembali ke dunia pendidikan.
Ia mengajar sebagai guru besar di Universitas Indonesia. Oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Bambang ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Ia juga menduduki posisi serupa pada PT Astra International Tbk (ASII), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Bukalapak, serta Oligo Infrastruktur. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved