Rabu, 15 April 2026

Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat daripada Berangkat? Ini Penjelasannya Secara Ilmiah

Pernahkah merasa bahwa perjalanan pulang terasa lebih cepat ketimbang ketika berangkat? ternyata penyebabnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Editor: Doan Pardede
Flickr
Ilustrasi - wanita mengendarai sepeda motor 

Berdasarkan penjelasannya, Efek Kappa, yang terkait dengan persepsi terhadap jangka waktu aktivitas oleh otak adalahhal yang sangat rumit.

Baca juga: Perkembangan Teknologi Transportasi: Dari Delman ke Mobil dan Kereta Api, Selanjutnya Mobil Terbang?

Otak manusia memiliki kemampuan untuk menjaga diri kita tetap waspada pada hal-hal baru.

Termasuk pada tempat tujuan baru yang belum kita kunjungi.

Karena otak membuat kita lebih waspada, maka perjalanan berangkat akan terasa lebih lama.

Sebab otak akan bertanya-tanya kapan diri kita akan sampai.

Otak akan menafsirkan setiap bagian perjalanan berangkat dan menebak-nebak tujuan.

Sehingga, otak akan merasa jauh lebih waspada saat perjalanan berangkat tujuan.

Berbeda dengan perjalanan pulang, otak sudah mengenai jarak antara tempat tujuan dan rumah.

Otak yang tadinya waspada, akan menjadi jauh lebih rileks.

Otak akan cenderung mengabaikan setiap bagian dari perjalanan pulang, karena otak sudah mengenali lingkungan sekitar pada saat perjalanan berangkat sebelumnya.

Karena otak tidak lagi merasa waspada, maka otak tidak akan fokus pada perjalanan pulang.

Otak akan lebih fokus pada hal lain selama perjalanan.

Baca juga: Fakta Unik Norwegia yang Jadi Negara Terbahagia di Dunia, Ada Hal Menarik Soal Jumlah Pengangguran

Nah, itulah yang membuat perjalanan pulang terasa lebih cepat, sebab otak kita akan fokus pada hal lain selama perjalanan.

Itulah alasan mengapa perjalanan pulang akan terasa lebih cepat daripada berangkat.

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved