Anak Gubernur Kaltara Meninggal

Sosok Fatimah, Kader PSI yang Tewas dalam Kecelakaan bersama AKP Novandi Arya, Anak Gubernur Kaltara

Sosok Fatimah, kader PSI yang tewas dalan kecelakaan bersama AKP Novandi Arya Kharisma, anak Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Paliwang

Editor: Amalia Husnul A
Instagram giring
Unggahan duka cita atas meninggalnya Fatimah di akun Instagram Giring, Ketua Umum PSI. Sosok Fatimah, kader PSI yang tewas dalan kecelakaan bersama AKP Novandi Arya Kharisma, anak Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Paliwang 

"Rest In Peace Sis Fatimah. Bro dan Sis @psi.kalsel dan @psi.banjarmasin turut berduka cita dan tetap semangat," terangnya.

Unggahan Giring, ucapkan duka cita atas meninggalnya Fatimah, kader PSI.
Unggahan Giring, ucapkan duka cita atas meninggalnya Fatimah, kader PSI. (Instagram giring)

Sebelumnya Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo membenarkan bahwa pihaknya menemukan sebuah kartu berobat di mobil yang ditumpangi AKP Novandi Arya Kharisma.

Di kartu tersebut, tertera nama perempuan inisial F.

Namun kata Sambodo, belum bisa dipastikan kartu kesehatan itu milik penumpang yang belum teridentifikasi.

Bisa saja kata Sambodo, kartu itu milik orang lain.

Maka, kepolisian masih menunggu proses DVI (Disaster Victim Identification) yang dilakukan tim Biddokes Polda Metro Jaya.

Sampai saat ini, proses identifikasi terhadap korban lainnya masih berjalan.

"Satu korban lainnya belum berhasil diidentifikasi. Jadi, kami belum tahu jenis kelaminnya itu laki-laki atau perempuan.

Nanti  kalau sudah ada up-datenya akan kami sampaikan," kata Sambodo di di Gedung Subdit Gakkum Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2022).

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Didiet Setiobudi, mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki data post mortem satu jenazah yang belum teridentifikasi.

Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan data ante mortem korban.

Sehingga Didiet berharap, keluarga yang merasa kehilangan seseorang agar melapor ke polisi untuk dicocokan dengan post mortem korban.

"Jadi kami menunggu bagi keluarga atau kerabat yang mungkin ada keluarganya yang sampai saat ini belum kembali untuk kami cocokan kembali dengan data kami di RS Polri Kramat Jati," kata Didiet.

Saat ini, sejumlah keluarga memang sudah mendatangi kepolisian untuk memberikan data ante mortem.

Proses identifikasi pun masih berjalan di kepolisian.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved