Berita Balikpapan Terkini

Rumah Tahfidz, TKP Kasus Asusila di Balikpapan Dipastikan Ilegal, Tak Terdaftar di Kemenag

Kasus asusila oleh RM (54) terhadap kedua santrinya, menjadi perhatian Kemenag Balikpapan. Diketahui, RM mengelola sebuah Rumah Tahfidz Qur'an (RTQ)

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Kasi Haji Kemenag Balikpapan, Suharto Baijuri, mewakili Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Ia mengatakan, setelah dicek Rumah Tahfidz Quran (RTQ) itu tidak ada perizinannya dengan Kementerian Agama. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus asusila oleh RM (54) terhadap kedua santrinya, menjadi perhatian Kemenag Balikpapan.

Diketahui, RM mengelola sebuah Rumah Tahfidz Qur'an (RTQ) yang berlokasi di kawasan Jalan Straat 4, Kecamatan Balikpapan Utara yang berinisial USI.

Setelah ditelusuri, RTQ tersebut bahkan tidak terdaftar. Ini dipastikan Kasi Haji Kemenag Balikpapan, Suharto Baijuri, mewakili Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

"Setelah kami cek Rumah Tahfidz itu kok tidak ada perizinannya dengan Kementerian Agama. Lalu kami konfirmasi dengan pihak lainnya, ternyata memang tidak ada daftar," ungkap Suharto, Kamis (10/2/2022).

Sehingga Rumah Tahfidz yang dikelola oleh RM itu tidak diketahui mengenai proses belajar mengajar hingga awal pendiriannya. Menurut Suharto, berdiri begitu saja.

Baca juga: Seorang Oknum Tokoh Agama di Balikpapan Cabuli Dua Santrinya, Berlangsung Sekitar Setahun

Baca juga: Oknum Ulama di Pesantren yang Cabuli 13 Santriwati di Balikpapan Ditahan

Termasuk di kecamatan dan kelurahan, tidak ada pengajuan izin domisili terhadap Rumah Tahfidz yang bahkan juga tidak diketahui jumlah santrinya itu.

Sehingga, ia pun memastikan tidak ada Rumah Tahfidz dengan inisial USI di catatan Kemenag Balikpapan.

"Ternyata juga nggak ada koordinasi di kita terkait didirikannya kapan. Tiba-tiba kasus sudah ada di kepolisian," tuturnya.

Tidak hanya RTQ, Suharto juga mengaku tidak mengenal tokoh agama berinisial RM itu. Berbeda dengan tokoh ulama yang juga tersandung kasus asusila di Balikpapan.

Sebelumnya, seorang ulama yang menjadi tersangka kasus asusila terhadap belasan santrinya memang dikenal kondang di Balikpapan. Bahkan kerap diundang untuk mengisi ceramah oleh Polda Kaltim.

"Kalau orangnya saya lihat baru ini, nggak dikenal. Itupun lihat dari Instagram. Kita tahunya juga baru ini saja setelah baca di berita," ujarnya.

Baca juga: Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Asusila di Ponpes Tenggarong, Polres Kukar Periksa Korban dan Para Saksi

"Ditambah karena kita tidak pernah dilapori. Karena kan nggak ada izin, ngga lapor di sini kan, terkait itu dia berapa santrinya," kata Suharto.

Maka itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan atau penindakan terhadap RTQ yang ilegal tersebut.

Pasalnya, mengingat yang tidak terdaftar secara administrasi sehingga jika masyarakat setempat ingin menutup, bisa ditutup lewat perwakilan aparat RT. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved