Berita Samarinda Terkini

Butuh 40 Ton Minyak Jelantah untuk Revitalisasi Kampung Wisata Puncak Bukit Steling di Samarinda

Rencana Pemerintah Kota Samarinda merevitalisasi kawasan wisata Puncak Bukit Steling, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir membutuhkan sekitar 40.000

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi (kanan) menumpahkan minyak jelantah ke dalam jerigen yang akan dibeli perusahaan dan hasilnya didonasikan untuk keperluan publik. Rencananya hasil donasi dari Jeng Rinda akan digunakan untuk merevitalisasi tempat wisata Bukit Steling, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Rencana Pemerintah Kota Samarinda merevitalisasi kawasan wisata Puncak Bukit Steling, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir membutuhkan sekitar 40.000 liter atau 40 ton minyak jelantah.

Minyak jelantah yang dikumpulkan dari hasil pemakaian dapur rumah tangga itu akan dijual ke perusahaan yang bekerja sama dalam program Jelantah Membangun Samarinda (Jeng Rinda).

Hasil penjualan akan didonasikan untuk membangun peningkatan prasarana dan infrastruktur wisata di kawasan yang terkenal sebagai spot foto atau menikmati Kota Samarinda dari ketinggian itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Samarinda, Nurrahmani mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan 40 ton minyak jelantah dari program Jeng Rinda itu, tiap RT di seluruh Kota Samarinda ditargetkan menghasilkan 50 liter.

"Ini dari masyarakat untuk masyarakat, jadi masing-masing RT 50 liter, rencana dikumpulkan hingga 15 Maret," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: Donasi Minyak Jelantah Jeng Rinda untuk Revitalisasi Kampung Wisata Bukit Steling Samarinda

Baca juga: NEWS VIDEO Indahnya  Pemandangan Sunset Kota Tepian Samarinda dari Bukit Steling

Dari 40 ton donasi minyak jelantah itu kemungkinan hasil penjualan berkisar pada angka Rp 300 juta tergantung harga minyak jelantah saat itu.

Koordinator Program Jeng Rinda Samarinda, Penza Rizky mengatakan, saat ini lokasi penampungan minyak jelantah telah tersebar di 2.292 lokasi di 1.992 RT di Kota Samarinda, tidak terbatas di balaikota dan kantor-kantor instansi pemerintah.

"Sekarang jumlah minyak jelantah Jeng Rinda yang terkumpul untuk program tersebut baru sekitar 3.352 liter atau sekitar 3 ton dari 40 ton yang dicanangkan," ungkapnya.

Setelah minyak jelantah nanti terkumpul semuanya pada 15 Maret, ditargetkan pada pekan ketiga bulan Maret 2022, revitalisasi sudah bisa mulai dikerjakan di kawasan wisata Bukit Steling.

Baca juga: Wisata Alam di Samarinda, Bukit Steling Suguhkan Panorama Hijau Daun, Unsur Air, Indahnya Sunset

Untuk menyukseskan program ini, setelah diluncurkan sejak 2021, ada sekitar 90 relawan yang membantu menyosialisasikan dan menjemput donasi minyak jelantah di lingkungan masyarakat.

"Program ini sudah didaftarkan ke rekor MURI, jadi harus terealisasi," ucap Rizky. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved