Berita Nasional Terkini
Mengenal Kurikulum Merdeka, Selamat Tinggal Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA
Mengenal Kurikulum Merdeka, selamat tinggal jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono
“Dia (guru) tidak bisa memilih sekolah itu mau fokus di bagian mana dulu, karena sangat kaku dan tidak fleksibel,” katanya.
Kemudian, Nadiem mengatakan materi pembelajaran di kurikulum saat ini terlalu padat.
Baca juga: EKSPRESI Nadiem Makarim di Mata Najwa saat Mahasiswa Beri Dukungan Permendikbudristek 30/2021
Menurutnya, hal itu kerap menjadi keluhan para peserta didik.
Kepadatan materi, lanjut dia, juga membuat kurangnya waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam.
“Kita sudah mendengar komplain dari anak-anak kita, di masa pandemi khususnya, materi ini terlalu padat, tidak cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nadiem mengatakan setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda.
Apabila materi pembelajaran terlalu padat, hal itu akan membuat siswa yang tertinggal justru semakin ketinggalan.
Ketiga, Nadiem mengatakan, materi pembelajaran yang ada saat ini membosankan dan kurang beragam.
Baca juga: Di Mata Najwa, Nadiem Makarim Kecewa tak Terima Difitnah Legalkan Seks Bebas
“Materi kita kadang-kadang membosankan, kurang beragam, sehingga guru tidak punya banyak toolkit untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual,” kata dia.
Kemudian, ia juga mengatakan, teknologi digital belum digunakan secara optimal untuk pembelajaran.
Atas dasar itu, kemudian Kemendikbud Ristek membuat kurikulum baru yang dirancang lebih fleksible serta fokus ke materi yang esensial.
Kemendikbud Ristek juga akan memberikan dukungan digital berupa aplikasi yang akan menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan praktek mengajar secara mandiri dan berbagi praktek lain. (*)