News Video

NEWS VIDEO Jerinx Diberi Nasihat Hakim untuk Lebih Menjaga Ucapannya

Surachmat berharap, Jerinx ke depannya menjaga tutur katanya mengingat posisinya sebagai figur publik yang kerap disoroti.

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Terdakwa musisi Jerinx kembali menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (14/2/2022).

Sebelum sidang berakhir, hakim ketua yang diketahui bernama Surachmat itu memberikan pesan kepada Jerinx.

Surachmat berharap, Jerinx ke depannya menjaga tutur katanya mengingat posisinya sebagai figur publik yang kerap disoroti.

"Tahu enggak, saudara, saudara itu figur publik. Ketika saudara melakukan sesuatu dengan emosi, emosi sesaat itu menimbulkan akibat kepada yang lain," ujar Hakim Ketua Surachmat dalam persidangan.

Baca juga: Permintaan Maaf Jerinx SID untuk Nora Alexandra di Hari Valentine, Akui Banyak Buat Masalah

Hakim ketua menekankan, karena Jerinx figur publik, orang lain akan dengan cermat mengambil semua yang dikatakannya dan berpotensi jadi perkara.

"Jadi emosi itu walaupun sesaat tidak boleh, saudara figur publik, jadi suara itu bisa ditangkap, bisa diambil orang. Sekarang saat teknologi informasi begitu mendunia kalau itu digunakan maka terjadi apa yang terjadi sekarang," tutur Surachmat.

Hakim ketua menyayangkan bahasa kasar Jerinx dalam transkrip percakapan telepon dengan Adam Deni yang tertera di BAP.

“Tidak boleh sembarang omong. Kalimat kebun binatang itu tak boleh, di sini (BAP) ada banyak, itu tak boleh," ujar Surachmat.

Surachmat juga memberikan motivasi agar Jerinx bangkit setelah melewati kasus ini.

Baca juga: Sempat Menolak, Dokter Tirta Dipastikan Jadi Saksi Sidang Kasus Jerinx SID, Cipeng: Ditunggu Saja

"Seseorang bisa mengalami kesalahan, kelalaian sebelumnya, seseorang bisa punya masa lalu yang jelek. Tapi bisa saja seseorang punya masa depan yang baik," tutur hakim ketua.

Sebagai informasi, selain kesaksian terdakwa sendiri, pada sidang kemarin pihak Jerinx juga menghadirkan dua saksi.

Mereka adalah ahli ITE bernama Agung Riandi dan juga ahli filsafat hukum bernama Petrus Belo.

Sementara itu, Jerinx didakwa melanggar Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU ITE serta Pasal 27 Ayat (4) Jo Pasal 45 Ayat (4) Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sidang selanjutnya, Jerinx akan mendengarkan tuntutan yang akan dibacakan oleh Jaksa pada Rabu (16/2/2022).(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved