Berita DPRD Samarinda

Jelang Bulan Ramadhan, DPRD Minta Pemkot Samarinda Pantau Stok dan Harga Minyak Goreng di Pasar

DPRD Samarinda melalui komisi II meminta agar pemerintah kota terus melakukan pemantauan terhadap stok dan kondisi harga bahan pokok.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Stok minyak goreng di sebuah toko di Samarinda - Ketua komisi II DPRD kota Samarinda, Fuad Fakhruddin, menerangkan Pemkot Samarinda harus memantau dan mengawasi terus ketersediaan dan harga minyak goreng di pasar agar mencegah kelangkaan dan kenaikan harga yang melonjak menjelang bulan Ramadhan. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - DPRD Samarinda melalui komisi II meminta agar pemerintah kota terus melakukan pemantauan terhadap stok dan kondisi harga bahan pokok.

Terlebih lagi dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, sudah memasuki bulan Ramadhan, dimana kebutuhan bahan pokok masyarakat semakin meningkat.

Maka dari itu, ketua komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin menyarankan agar Pemkot Samarinda melalui dinas terkait bisa terus turun ke lapangan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil, terutama minyak goreng.

"Bulan Ramadhan jatuh pada bulan April 2022 mendatang, sebab itu ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau sangat diperlukan," tuturnya, Jum'at (18/2/2022).

Ketersediaan minyak goreng dan bahan pokok lainnya juga dipengaruhi oleh stok yang berasal dari daerah lain.

Baca juga: Komisi I DPRD Samarinda Ingatkan Pemkot Hati-hati Soal Urusan Aset

Baca juga: Reses Anggota DPRD Samarinda Afif Rayhan di Sempaja Selatan, Terima Keluhan Antrean Truk di SPBU

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Wakil Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah Ingatkan Kewaspadaan

Menurut Fuad, jika pemkot bisa melakukan antisipasi sejak dini maka ketika di tempat lain mengalami kenaikan harga dan terjadi kelangkaan, tidak berdampak signifikan di kota tepian.

"Jika harga minyak goreng terus naik tanpa pengawasan, kita khawatirkan akan berdampak pada pengusaha kecil dan industri rumahan," lanjut Fuad.

Intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok dinilai perlu, khususnya pengawasan terhadap dugaan adanya oknum yang melakukan penimbunan.

Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini dengan melakukan penimbunan, sehingga terjadi kelangkaan minyak goreng di pasar," tutur sekretaris DPC Gerindra kota Samarinda itu. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved