Berita Nasioan Terkini

Tampil di Karni Ilyas Club, Sujiwo Tejo Ungkap Disebut Kadrun karena Tak Tersinggung Soal Wayang

Polemik tentang Wayang yang dianggap haram dalam ceramah Ustadz Khalid Basalamah masih saja menjadi perbincangan masyarakat

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Karni Ilyas Club
Sujiwo Tejo di Karni Ilyas Club saat memberikan pendapat tentang ceramah Ustadz Khalid Basalamah yang dianggap mengharamkan Wayang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Polemik tentang Wayang yang dianggap haram dalam ceramah Ustadz Khalid Basalamah masih saja menjadi perbincangan masyarakat.

Tak ayal, masyarakat yang kontra tentang pandangan tersebut kemudian melaporkan Ustadz Khalid Basalamah ke pihak kepolisian.

Sebagai budayawan Indonesia,Sujiwo Tejo saat hadir menjadi bintang tamu di acara Karni Ilyas Club itu memberikan pandangan tentang ceramah Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Ramai Wayang Mirip Ustadz Khalid Basalamah di Ponpes Gus Miftah, Sosok Dalang yang Kini Dihujat

Pertama, Sujiwo Tejo mengaku bahwa harusnya ia tersinggung pada ceramah tersebut agar tidak disebut kadrun.

"Karena aku nggak tersinggung, sekarang aku dibilang kadrun. Gimana gitu loh logikanya," kata Sujiwo Tejo dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (24/2/2022).

"Sekarang salahnya Ustadz Khalid Basalamah, tapi nanti dikira aku pendukung dia, wong kenal aja nggak, setuju nggak sama pendaptnya. Cuma benar kalau memang dia yakin itu haram, apa salahnya ngomong haram, kan dilindungi Undang-Undang," tambah Sujiwo Tejo.

Baca juga: Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Seni Mural Kritik Pemerintah Dihapus, Ingatkan Tak Gambar Banteng

Disinggung apakah budaya Wayang dan Islam berlawanan di Indonesia, Sujiwo Tejo mengatakan bahwa sebagai praktisi dalang Wayang ia tidak bisa menjelaskan perihal tersebut.

Hanya saja, jika merujuk pada Edi Sedyawati yang merupakan Arkaelog Indonesia, Sujiwo Tejo mengungkapkan bahwa sejak Wali Songo, pelakon Wayang tetap ada dan perannya berbeda.

"Misalkan dewa-dewa, diperankan sudah jadi malaikat walaupun namanya tetap dewa bayu, tapi lebih sebagai malaikat. Jadi bertentangannya di mana. Saya nggak ngerti juga," beber Sujiwo Tejo.

Tidak dipungkiri Sujiwo Tejo bahwa pada masa Sunan Giri memang ada perbedaan  dalam mengharamkan  Wayang.

Baca juga: SERU, ILC Tadi Malam Bahas Setahun Jokowi-Maruf, Sujiwo Tejo: Saya Bersyukur Karni Ilyas Masih Hidup

Salah satu wayang yang diharamkan pada saat itu adalah wayang yang berbentuk 3 D.

Alasan pelarangan ini karena dianggap memiliki nyawa, sehingga bentuk Wayang pada masa itu diubah.

Aktif di organisasi perdalangan Indonesia, Sujiwo Tejo mengaku agar organisasi-organisasi tersebut tidak menanggapi permasalahan ini.

"Ini yang bela-bela Wayang ini, ini bukan pencinta Wayang. Mereka sebetulnya nggak peduli pada Wayang. Mereka hanya peduli gimana caranya gebukin kalangan yang mereka benci," tutur Sujiwo Tejo.

Baca juga: ILC Malam Ini, Karni Ilyas Kebanjiran Protes, Tema Indonesia Lawyers Club TV One Hari Ini Disorot

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved