Rabu, 29 April 2026

Berita Internasional Terkini

Dampak Buruk Perang Rusia vs Ukrania, Beli BBM Dijatah, Warga Panic Buying

Usai Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina tepatnya wilayah Kiev, membuat sebagian besar warga Ukraina cemas hingga melakukan aksi panic

Editor: Budi Susilo
AFP/ARIS MESSINIS
Seorang pria duduk di luar gedungnya yang hancur setelah pemboman di kota Chuguiv, Ukraina Timur, Kamis (24 Februari 2022). 

Ledakan dan tembakan terdengar di distrik utara Kyiv, saat pasukan Rusia yang menyerbu mendekat, lapor AFP dari lapangan, sebagaimana mengutip TheGuardian (25/02/2022).

Baca juga: Sejarah Terbentuknya NATO dan Keterlibatannya dengan Perang Rusia - Ukraina

Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.

Pejalan kaki berlari untuk keselamatan dan tembakan senjata ringan dan ledakan terdengar di daerah Obolonsky. Ledakan yang lebih besar bisa terdengar sampai ke pusat kota.

Pasukan Rusia pertama kali tiba di pinggiran Kyiv pada hari Kamis ketika pasukan yang diangkut dengan helikopter menyerang sebuah lapangan terbang di luar kota, dekat dengan Obolonsky, lapor AFP.

Ketika mereka tiba di Obolonsky, di dalam kota, halaman Facebook Kementerian Pertahanan mendesak warga sipil untuk melawan:

"Kami mendesak warga untuk memberi tahu kami tentang pergerakan pasukan, membuat bom molotov, dan menetralisir musuh."

Sebelumnya, saat fajar menyingsing di Kyiv, sirene serangan udara terdengar di seluruh ibu kota Ukraina di tengah peringatan serangan Rusia yang akan segera terjadi di kota itu.

Ukraina memperkirakan serangan tank Rusia pada Jumat malam bisa menjadi hari terberat dalam perang, kata seorang penasihat menteri dalam negeri Ukraina.

Asap hitam mengepul dari bandara militer di Chuguyev dekat Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi militer skala penuh di Ukraina pada Kamis pagi, memberitahu pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dan memperingatkan setiap pasukan yang mengganggu akan menghadapi konsekuensinya.
Asap hitam mengepul dari bandara militer di Chuguyev dekat Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi militer skala penuh di Ukraina pada Kamis pagi, memberitahu pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dan memperingatkan setiap pasukan yang mengganggu akan menghadapi konsekuensinya. (AFP/ARIS MESSINIS)

Anton Herashchenko mengatakan para pembela Kyiv siap dengan rudal anti-tank yang dipasok oleh sekutu asing.

Sebelumnya, penduduk Kyiv melaporkan terbangun oleh suara ledakan ketika laporan beredar bahwa Rusia telah meluncurkan serangkaian serangan rudal di kota berpenduduk hanya di bawah 3 juta jiwa.

Banyak warga sipil mencari keselamatan di tempat perlindungan bom dan stasiun metro karena laporan tank Rusia bergerak lebih dekat ke kota dari semua sisi.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa menurut pandangan intelijen Inggris, Rusia bermaksud untuk menyerang seluruh Ukraina tetapi tentaranya gagal memenuhinya pada hari pertama invasinya.

Baca juga: NEWS VIDEO Pasukan Rusia Berhasil Rebut dan Kuasai Reaktor Nuklir Chernobyl di Ukraina

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan "semua bukti menunjukkan bahwa Rusia bermaksud untuk mengepung dan mengancam" ibukota Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mengkonfirmasi beberapa laporan serangan rudal Rusia dalam pidato nasional pada Jumat pagi.

Beberapa ledakan terdengar di Kyiv pada Jumat pagi saat serangan Rusia memasuki hari kedua. Dua bangunan terbakar di tenggara ibu kota setelah sebuah pesawat Rusia ditembak jatuh dan sebuah pos perbatasan di tenggara terkena rudal, yang menyebabkan korban.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved