Berita Internasional Terkini

Dampak Buruk Perang Rusia vs Ukrania, Beli BBM Dijatah, Warga Panic Buying

Usai Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina tepatnya wilayah Kiev, membuat sebagian besar warga Ukraina cemas hingga melakukan aksi panic

Editor: Budi Susilo
AFP/ARIS MESSINIS
Seorang pria duduk di luar gedungnya yang hancur setelah pemboman di kota Chuguiv, Ukraina Timur, Kamis (24 Februari 2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Usai Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina tepatnya wilayah Kiev, membuat sebagian besar warga Ukraina cemas hingga melakukan aksi panic buying.

Melansir dari laman express, hampir sebagian besar SPBU di beberapa wilayah Ukraina terlihat diserbu ribuan warganya.

Ada aksi memborong bahan bakar tersebut diketahui lantaran masyarakat Ukraina khawatir jika nantinya mereka tidak akan mendapat pasokan BBM setelah adanya serangan pada Kiev, ibu kota Ukraina serta pelabuhan Mariupol di Laut Azov.

Mengantisipasi masyarakatnya memborong BBM, seluruh SPBU di Ukraina terpaksa menjatah jumlah bensin yang dapat dibeli pengemudi.

Baca juga: Kebijakan Baru Liga Italia Serie A Imbas Perang Rusia vs Ukraina, Pelatih AC Milan Kirim Pesan Ini

Baca juga: Terungkap Alasan Rusia Menyerang Ukraina dan Apa yang Diinginkan Vladimir Putin

Baca juga: UPDATE Konflik Rusia vs Ukraina, Ukraina Desak Warga untuk Melawan Saat Pasukan Rusia Memasuki Kyiv

Akibat aksi panic buying tersebut, lantas memicu terjadinya kemacetan panjang pada beberapa SPBU wilayah Kiev.

Tak hanya itu, bahkan warga Kiev juga nampak memadati beberapa supermarket hingga toko kelontong di wilayahnya untuk memborong persedian bahan makanan serta kebutuhan pokok lainnya.

Meski perang dunia ke III dikhawatirkan akan segera terjadi, namun sejauh ini aktivitas jual beli warga Ukraina menggunakan kartu kredit masih bisa berfungsi.

Serangan bom yang dilancarkan Rusia pada Kiev, hingga pasukan darat Rusia yang terpantau mulai memasuki Ukraina melalui wilayah Belarus.

Baca juga: Imbas Rusia vs Ukraina, 3 Negara Ini Minta Alternatif Play Off Kualifikasi Piala Dunia Dimainkan

Disinyalir menjadi pemicu kepanikan warga yang kemudian menimbulkan aksi panic buying serta migrasi masal pada masyarakat Kiev, ke wilayah Ukraina Barat.

Meski Ekonom North Carolina State University, Mike Walden memprediksi akan adanya kenaikan harga di wilayah tersebut.

Namun otoritas Ukraina mengimbau warganya agar tak perlu melakukan aksi panic buying dengan memborong segala persedian bahan pokok mapun BBM.

Semakin Memperburuk Rakyat

Kondisi memburuk pasukan Rusia masuk ibu kota Ukraina, Kyiv. Kementerian Pertahanan Ukraina mendesak warga untuk tidak pasif alias turut melawan.

Bahkan Menhan Ukraina meminta warga buat bom molotov. Agar bisa menetralisir musuh yang masuk ke dalam kawasan pemukiman warga.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved