Berita Kukar Terkini
Dikepung Belasan Tambang, Warga Sungai Payang Keluhkan Jalan Rusak, Tak Tersentuh Anggaran Perbaikan
Warga Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan masih buruknya infrastruktur jalan dan ketersediaan pela
Penulis: Aris Joni |
Lini mengungkapkan, saat turun hujan, air Sungai Jembayan akan menjadi sangat keruh karena bercampur lumpur akibat gundulnya hutan di sekitar sungai.
Bahkan, lebih parahnya air tersebut keruh dalam waktu yang cukup lama, yakni bisa sampai berminggu-minggu, padahal air Sungai Jembayan itu merupakan air utama warga untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Baca juga: Kepala Bappeda Kukar Tegaskan Jembatan Sungai Payang Akan Direnovasi, Alokasi Anggaran Rp 400 Juta
"Kami beraktivitas pakai air itu, sangat disayangkan. Adapun air yang disediakan pihak perusahaan yang beroperasi di sini dalam bentuk tangki, tapi tak cukup karena terbatas airnya," ucapnya mengeluh.
Sementara, lanjut dia, untuk air minum, warga masih memiliki sumber Mata Air Payang yang jernih dan bisa langsung diminum, namun air tersebut juga telah dikelola oleh PT. ASA, tapi warga masih bisa mengambil air minum dari tempat tersebut.
"Itu saja kawasan sekitar air Payang sudah dibeli perusahaan tambang. Bagaimana nanti kalau dikeruk atau di-blasting oleh perusahaan tambang. Hilang sudah sumber air bersih warga," ucapnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-sungai-payang-mengeluhkan-akses-jalan-yang-rusak.jpg)