Berita Kukar Terkini
Dikepung Belasan Tambang, Warga Sungai Payang Keluhkan Jalan Rusak, Tak Tersentuh Anggaran Perbaikan
Warga Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan masih buruknya infrastruktur jalan dan ketersediaan pela
Penulis: Aris Joni |
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Warga Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan masih buruknya infrastruktur jalan dan ketersediaan pelayanan umum di desanya.
Di mana warga meresahkan kondisi jalan yang sangat buruk, yakni masih berbatu dan berlubang. Bahkan pasca hujan, jalan tersebut sangat sulit dilalui oleh warga.
"Malah sering terjadi kecelakaan akibat jalan rusak itu," kata Indah Sosilawati (41), warga Dusun Kuntap, Desa Sungai Payang, Sabtu (26/2/2022).
Indah mengatakan, selama mendapat pendampingan dari Pokja 30 barulah warga paham adanya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pendapatan tambang yang ada di Kukar.
Namun, sekian lama berada di lingkar tambang, dirinya heran dari sekian banyak DBH yang didapat pemerintah Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kukar, jalan rusak di Desa Sungai Payang yang dikelilingi belasan tambang itu tak tersentuh anggaran perbaikan sama sekali.
Baca juga: Jalan Menuju Desa Sungai Payang Rusak Parah, Ketua DPRD Kukar Akui Perlu Ada Perbaikan
Baca juga: Jalan Desa Sungai Payang Loa Kulu Kukar Rusak Parah. DPRD Minta Perusahaan Turut Membantu
"Bayangkan, di desa kami itu kalau ada orang sakit susah. Cuma ada Pusban aja di sana, itupun hanya diisi dua bidan saja. Seperti orangtua saya dulu sekitar tahun 2016 kena sakit stroke, nggak bisa ditangani di sana dan harus dibawa ke rumah sakit.
Dengan kondisi jalan rusak itu bisa 2 jam baru sampai ke RS, sampai di RS sudah meninggal dunia," jelasnya.
Tak hanya terkait jalan rusak, ia juga mengeluhkan minimnya fasilitas kesehatan yang ada di desa Sungai Payang.
Tidak adanya fasilitas yang memadai mengharuskan warga untuk melewati jalan rusak guna mendapatkan bantuan di tempat kesehatan yang layak.
"Faskes terdekat yang ada cuma di Jonggon dan Loa Kulu, itu pun kalau kita ke sana dengan kondisi jalan rusak itu bisa hampir 2 jam baru sampai," ungkapnya.
Dia berharap, apapun status jalan tersebut, baik jalan kabupaten, provinsi maupun nasional, ada perbaikan di jalan itu agar warga memiliki akses mudah untuk beraktivitas dan mendapatkan bantuan menuju rumah sakit.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltim Usulkan Perbaikan Jembatan Sungai Payang Dilaksanakan Secara Gotong Royong
"Kalau bisa diperbaikilah biar kita warga mendapat kemudahan akses jalan," ucapnya.
Sementara itu, keluhan lain juga disampaikan Lini Marlina, warga Desa Sungai Payang lainnya.
Lini mengeluhkan buruknya kualitas air Sungai Jembayan akibat aktivitas tambang yang berterusan, sehingga berdampak pada pencemaran air sungai yang dulunya tidak terlalu keruh, namun sekarang menjadi sangat keruh.
"Kalau dulu nggak terlalu keruh dan itupun sebentar aja bagus kembali airnya. Tapi sekarang kan pohon-pohon sudah dibabat habis, jadi kalau hujan lumpurnya itu nggak ada yang tahan, jadi langsung turun ke sungai. Makanya airnya jadi keruh betul," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-sungai-payang-mengeluhkan-akses-jalan-yang-rusak.jpg)