Minggu, 19 April 2026

Viru Corona di Kaltim

Varian Omicron Cepat Menyebar, Bed Occupancy Ratio Kalimantan Timur Dikatakan Terkendali 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengatakan bahwa sebaran Covid-19 varian Omicron cenderung cepat dan bergejala ringan

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
HO/RSU AWS
Ruang Isolasi RSUD AW Sjahranie saat merawat ABK Kapal Vietnam beberapa bulan lalu. HO/RSU AWS 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengatakan bahwa sebaran Covid-19 varian Omicron cenderung cepat dan bergejala ringan.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Masitah. Bahkan dia mengatakan sebaran lebih cepat hingga lima kali lebih cepat dari varian sebelumnya.

Meski demikian, gejala yang diidap penderita varian Omicron ini sangat kecil bergejala berat, kecuali komorbid dan belum melakukan vaksinasi.

"Kasus meninggal yang beberapa hari dilaporkan memiliki komorbid dan belum vaksin, ini juga harus dipahami masyarakat, bahwa vaksin juga bisa mengurangi dampak parah dari Covid-19, karena menangkal virus ini hanya dua, prokes dan vaksinasi," terang Masitah, Jumat (4/3/2022).

Terkait Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit serta tempat isolasi terpusat (isoter), Masitah mengatakan masih di tingkat aman dan terkendali.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kaltim, Kasus Terkonfirmasi Positif Masih Terjadi, Diprediksi Maret Ini Turun

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kaltim, Kasus Terkonfirmasi Positif dan Sembuh Lebih dari 1.000 

Sampai 3 Maret 2022, terdapat 663 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit dengan BOR ICU sebanyak 50 pasien dari ketersediaan 183 tempat tidur atau sekitar 27 persen. 

"BOR isolasi pasien dirawat sebanyak 613 kasus dari ketersediaan 1.567 tempat tidur atau mencapai 39 persen," ungkapnya.

Pada umumnya varian Omicron, ditegaskan kembali oleh Masitah, memberi gejala ringan sehingga BOR rumah sakit maupun isoter terkendali.

"BOR rumah sakit hanya untuk pasien dengan kasus sedang dan berat. Pasien dengan kasus tanpa gejala atau kasus ringan akan dilihat terlebih dulu, apakah bisa dirawat di isoter," jelasnya.

"Bila memungkinkan isoman di rumah, maka dilakukan saja, dengan dipantau melalui telemedicine," imbuh Masitah.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kaltim, Prediksi Puncak Omicron Tepat Akhir Februari, Kini Mulai Turun Perlahan

Di Ibu Kota Kaltim, Samarinda sendiri, menyiapkan sembilan rumah sakit rujukan Covid-19.

Lalu di Kabupaten/Kota lain, rumah sakit rujukan Covid-19 diantaranya Kota Balikpapan 14 rumah sakit, Kabupaten Kukar tiga rumah sakit.

Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur terdapat lima rumah sakit rujukan.

Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Barat hanya menyediakan satu rumah sakit.

Kabupaten Berau, Mahakam Ulu (Mahulu) dan Paser ada dua rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca juga: Kaltim Berada di Posisi 5 Besar Nasional untuk Cakupan Vaksinasi Dosis 1 dan 2 Terbanyak

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved