Berita Balikpapan Terkini
Sepak Terjang Budi Budaya, Sang Perajin Gitar di Balikpapan, Tembus Pasar Internasional
Modernisasi identik dengan kemajuan teknologi. Jika anak-anak muda biasanya lebih menjadi pengguna teknologi
Penulis: Amelia Mutia Rachmah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Modernisasi identik dengan kemajuan teknologi. Jika anak-anak muda biasanya lebih menjadi pengguna teknologi, tak begitu halnya dengan perajin gitar asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini.
Ia memadukan teknologi dan hasil bumi menjadi karya seni yang indah, sebuah alat musik, gitar.
Budi Budaya (34), lahir di Jombang, Jawa Timur dan sejak kecil sudah akrab dengan aroma kayu.
Tumbuh di keluarga petani membuatnya sangat tidak asing dengan kayu dan suara gitar dari tetangganya.
Baca juga: Satu Lagi Musisi Kota Balikpapan, Emi Vilien Narapati Senja Akan Rilis EP Dalam Waktu Dekat
Baca juga: Jazz Kampung Timur Terbuka Bagi Siapapun, Penyuka Musik Juga Musisi Balikpapan
Baca juga: Aya Canina, Penulis Lagu Kukira Kau Rumah: Saya Dapat Kekerasan dari Vocal 2 & Lead Gitar Amigdala
Saat ditemui TribunKaltim.co, Budi mengaku, mulai belajar merakit gitar tahun 2006 akibat pergaulan dengan teman-teman karyawan di kawasan industri Ngoro Mojokerto (pabrik gitar).
Di tahun itu dia sudah bisa melihat bahwa kayu rosewood akan menjadi langka dan mahal harganya, sebab eksploitasi kayu begitu masif.
Tahun 2008 dia masuk ISI Yogyakarta Jurusan Gitar dan lulus di tahun 2012. Selama di Yogyakarta, Budi sudah menabung kayu rosewood untuk investasi produksi gitarnya.
Lalu memasuki di April 2014, Budi datang ke Balikpapan dan melihat potensi industri gitar.
Baca juga: Punya Gaya Khas Saat Bicara, Gigi Depan Dustin Zero Logic Hilang karena Nyangkut di Lengan Musisi
Dari situ muncul semangatnya mengenai jenis kayu dan peredarannya. Diospyros Celebica (Ebony Sulawesi) dan Diospyros Bornensis (Eboni Kalimantan) yang saat ini menjadi fokus Budi untuk mengembangkan potensi indutri gitar di Balikpapan.
Perjalanan produksi gitar Budi dimulai tahun 2016. Budi mendirikan Santoso Guitar di Gunung Malang.
Setelah lama memproduksi gitar, Budi menerima ODM (original design manufacture) yakni memproduksi gitar untuk merek dari Jakarta lalu muncul Produk unggulan Budi yakni Luthier Series Bernama “Budi Santoso” yang 100 persen murni dibuat oleh Budi sendiri.
Untuk pemasaran gitar Budi sendiri sudah sampai menyentuh ranah Internasional. Untuk pasar luar negeri sudah menembus Hongkong, Singapura, dan Finlandia.
Baca juga: Solana Indonesia dan Pintu Gelar Indonesia Art Project untuk Seniman dan Kreator Lokal
Pada 18 Desember 2021 Budi Santoso menggelar acara workshop dan diskusi potensi Industri musik di Kaltim. Acara tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemkot Balikpapan.
Pembahasan mengani penanaman vegetasi ebony Kalimantan, metode pengolahan kayu, hingga teknik marketing gitar juga dibahas.
Ke depan acara tersebut akan menjadi trigger industri di Balikpapan sebagi persiapan untuk menghadapi IKN Nusantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alat-musik-gitar-dari-balikpapan.jpg)