Aplikasi

Tak Gentar Diblokir Facebook & Twitter, Rusia Justru Balas Dendam juga Blokir Balik Media Sosial Ini

Tak gentar diblokir Facebook dan Twitter, Rusia justru balas dendam hingga blokir balik media sosial Facebook dan Twitter.

Editor: Ikbal Nurkarim
Freepik
Ilustrasi Twitter. Tak gentar diblokir Facebook dan Twitter, Rusia justru balas dendam hingga blokir balik media sosial Facebook dan Twitter. 

Kebijakan ini, menurut Clegg, berlaku secara global termasuk di negara Rusia.

"Sesaat lagi, jutaan warga Rusia akan kesulitan mengakses informasi, kehilangan cara untuk berhubungan dengan keluarga dan teman-teman, serta mendapat pembungkaman," kata Clegg.

"Kami akan terus mengupayakan apapun demi layanan kembali pulih, sehingga layanan kami kembali tersedia bagi orang-orang untuk berekspresi secara aman dan terjamin," imbuhnya.

Clegg menambahkan, lantaran operasional layanan Facebook tersendat, maka iklan yang dituujukan bagi pengguna di Rusia akan ditangguhkan sementara.

Pengiklan Rusia pun tidak lagi bisa membuat atau menjalankan iklan secara global.

Pemblokiran Twitter di Rusia justri diungkap oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov melalui sebuah postingan di Telegram dengan bahasa Ukraina.

Dilaporkan CBS News, perwakilan Twitter mengaku mengetahui pemblokiran ini, namun Twitter mengeklaim saat ini tidak melihat perbedaan signifikan akibat pemblokiran.

Baca juga: Pendaftaran Siswa SPAN PTKIN Dimulai, Syarat & Cara Daftar via siswa.span-ptkin.ac.id dan Aplikasi

Menurut perusahaan riset dan keamanan Top 10 VPN, sejak Rusia invasi ke Ukraina, ada lebih dari 5.000 yang masuk daftar "penolakan".

Dihimpun KompasTekno dari CBS News, Minggu (6/3/2022), langkah blokir yang digaungkan Rusia juga berimbas pada sejumlah situs media asing seperti BBC, Voice of America, Radio Free Europe/Radio Liberty, Deutsche Welle dan media lainnya.

Kompak batasi layanan di Rusia

Sebelumnya, perusahaan teknologi telah berbondong-bondong membatasi media yang disponsori pemerintah Rusia, seperti Sputnik dan RT News.

Facebook telah memblokir media yang didukung pemerintah Rusia untuk menjalankan iklan dan monetisasi di platform-nya.

Senada dengan Facebook, Twitter ikut membatasi peredaran iklan dari Rusia pasca-invasi ke Ukraina.

Tidak hanya diberlakukan di Rusia saja, Twitter juga memblokir iklan di Ukraina, demi memastikan visibilitas informasi keselamatan publik.

Baca juga: INTIP CHAT WA Pasangan dari Jarak Jauh Tanpa Ketahuan, Cara Sadap WhatsApp Pakai Aplikasi Terpercaya

Twitter menangguhkan beberapa rekomendasi tweet dari orang-orang yang tidak memiliki banyak pengikut hingga linimasa yang mengarahkan pengguna ke Moment Twitter yang menyertakan informasi keamanan digital.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved