Aplikasi
Tak Gentar Diblokir Facebook & Twitter, Rusia Justru Balas Dendam juga Blokir Balik Media Sosial Ini
Tak gentar diblokir Facebook dan Twitter, Rusia justru balas dendam hingga blokir balik media sosial Facebook dan Twitter.
TRIBUNKALTIM.CO - Tak gentar diblokir Facebook dan Twitter, Rusia justru balas dendam hingga blokir balik media sosial Facebook dan Twitter.
Invasi Rusia terhadap Ukrainan membuat sejumlah pihak menjatuhkan sanksi terhadap negara yang dijuluki Beruang Merah itu.
Tak terkecual raksasa media sosial Facebook dan Twitter yang ikut ambil bagian memberi sanksi terhadap Rusia.
Namun bukannya takut, Rusia justru balas dendam dan ikut blokir balik media sosial tersebut.
Ya, Beberapa waktu lalu, Facebook memblokir media yang disponsori pemerintah Rusia, seperti Sputnik dan Russia Today (RT), untuk menjalankan iklan dan monetisasi di platform-nya.
Baca juga: 5 Aplikasi Edit Video Terbaik untuk Edit Video YouTube, Content Creator Wajib Tahu!
Baca juga: Cara Scan WhatsApp QR Code, Hati-hati Membagikannya, Perhatikan Peringatan dari Aplikasi Milik Meta
Baca juga: Aplikasi Edit Foto Lensa, Tampil Natural dan Tetap Cantik di Setiap Momen
Langkah ini diambil pasca-invasi Rusia ke Ukraina akhir Februari lalu.
Hal yang sama juga dilakukan oleh perushaaan mikroblogging Twitter.
Aksi pembatasan oleh beberapa perusahaan teknologi tersebut tampaknya membuat Rusia geram.
Dikutip dari Kompas.com, Rusia berbalik untuk memblokir akses Facebook dan Twitter di Negeri Beruang Merah.
Pengawas media Rusia, Roskomnadzor mengumumkan pada Jumat (4/3/2022) bahwa pihaknya telah memblokir akses ke kedua platform tersebut.
Menurut Roskomnadzor, penangguhan itu merupakan upaya balasan kepada Facebook dan Twitter yang telah memblokir akses media pemerintah milik Rusia.
Roskomnadzor menuding Facebook bersikap "diskrimintif", sekaligus menyinggung soal 26 kasus "diskriminasi" terhadap media Rusia sejak bulan Oktober 2020.
Roskomnadzor mengatakan, pembatasan yang dilakukan Facebook mencederai "hak dan kebebasan warga negara Rusia" Akibat pemblokiran ini, warga Rusia kesulitan untuk mengakses kedua media sosial populer tersebut, mengakibatkan putusnya salah satu sumber informasi yang datang dari luar Rusia.
President Global Affairs Meta (induk perusahaan Facebook), Nick Clegg mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk segera mengembalikan layanan Facebook bagi warga Rusia.

Baca juga: Mirip Indra Kenz, Doni Salmanan Juga Bisa Dimiskinkan, Bukan Pakai Aplikasi Binomo
Clegg juga menyampaikan bahwa pihaknya memblokir akses dan tak lagi akan menampilkan iklan dari Rusia.