Berita Kubar Terkini

Tersangka Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah di Disdik Kubar Kembalikan Uang yang Ditilepnya

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat mengeksekusi pengembalian kerugian uang negara dari sejumlah tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pen

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Kejaksaan Negeri Kutai Barat menerima pengembalian kerugian keuangan negara dari beberapa tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat mengeksekusi pengembalian kerugian uang negara dari sejumlah tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan seragam sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat. 

Uang negara yang dikembalikan pada Senin (8/3/2022) kemarin di Kantor Kejari Kubar itu, tercatat senilai Rp 404 juta dari masing-masing tersangka Brill Abraham Marludi dan Yakobus Yamon serta Rp 118 juta dari pihak yang terlibat sebanyak lima orang.

Pengembalian kerugian negara itu baru  disampaikan kepada media melalui siaran pers yang dikeluarkan pihak Kejaksaan Negeri Kutai Barat pada Selasa (8/3/2022) sore.

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Bayu Pramesti menyebutkan uang negara senilai Rp 404 juta itu dikembalikan secara tunai oleh istri Tersangka Brill Abraham Marludi di Kantor Kejari Kubar pada Senin (7/3/2022) kemarin.

"Kejaksaan Negeri Kutai Barat telah menerima uang tunai pengembalian Kerugian Keuangan Negara sejumlah Rp 404.040.320,50 dari keluarga (istri) tersangka Brill Abraham Marludi, dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Pakaian Seragam Anak Sekolah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat tahun 2018," kata Bayu Pramesti, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Mangkrak Sejak 2017 akibat Kasus Korupsi, Bangunan Pasar Baqa Samarinda akan Dilanjutkan Tahun Ini

Baca juga: Detik-Detik Napi Korupsi Tewas Dalam Sujud di Lapas Sukamiskin, Dapat Label Merah

Bayu Pramesti menegaskan, pengembalian kerugian negara tersebut diterima dan dituangkan dalam berita acara penitipan yang selanjutnya disimpan dalam rekening dinas Kejaksaan Negeri Kutai Barat.

Dia juga membeberkan, selain tersangka Brill Marludi dan Yakobus Yamon, pihaknya juga menerima pengembalian uang dari 5 orang yang terkait dengan kasus korupsi berjemaah itu.

"Sebelumnya Kejaksaan Negeri Kutai Barat juga telah menerima pengembalian uang tunai dari Herold Lasky Rp 50.000.000, Nugroho Apriyanto Rp 20.000.000, Ruplin Rp 10.000.000, Maria Yakolina E Rp10.000.000 Abtadiu Arkhan Rp 25.000.000 dan Dede Salvino Rp 3.000.000 dengan total Rp 118.000.000," bebernya. 

"Sehingga total kerugian negara dengan nilai Rp 522.040.320,50 telah dikembalikan sesuai dengan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur," ungkap Bayu Pramesti.

Bayu Pramesti menegaskan, pengembalian ini tidak menghapus tindak pidana yang dilakukan tersangka sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU No. 31 thn 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Baca juga: Kabareskrim Polri Ingatkan Warga tak Takut Laporkan Kasus Korupsi, Kalau Perlu Diviralkan

"Pidana tetap jalan. Pengembalian ini  akan dijadikan bahan pertimbangan hal-hal yang meringankan dalam proses peradilan," tuturnya. 

Diketahui, kasus tipikor di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat itu terjadi sejak tahun 2018 lalu, hingga saat ini pihak Kejaksaan Negeri Kutai Barat telah menetapkan dua orang tersangka. 

Namun hingga saat ini, Kejari Kubar juga terus melakukan penyidikan terhadap aliran dana. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved