Senin, 18 Mei 2026

Berita Internasional Terkini

Invasi Rusia ke Ukraina Dipertanyakan, Benarkah Perang Dilatarbelakangi Karena Yahudi?

Di tengah perang yang masih terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Komunitas Yahudi dunia mempertanyakan sikap Vladimir Putin

Tayang:
Aris Messinis / AFP
Foto ini diambil pada 16 Maret 2022 menunjukkan asap mengepul setelah ledakan di Kyiv. Beberapa ledakan mengguncang Kyiv pada awal 16 Maret 2022, menurut wartawan AFP di kota itu, dengan layanan darurat mengatakan dua bangunan tempat tinggal rusak dan dua orang terluka. Ledakan itu terjadi ketika Rusia mengintensifkan serangan di ibu kota Ukraina, yang diberlakukan jam malam pada akhir 15 Maret 2022 karena apa yang disebut walikotanya sebagai "momen sulit dan berbahaya". 

TRIBUNKALTIM.CO - Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina, hingga saat ini belum ada menunjukkan tanda-tanda akan usai.

Bahkan, serangan demi serangan dengan sejumlah persenjataan canggih terus dilakukan Rusia ke wilayah Ukraina.

Tak terhitung sudah korban jiwa akibat perang yang berkecamuk antara Rusia dengan Ukraina.

Di tengah perang yang masih terjadi antara Rusia dengan Ukraina.

Komunitas Yahudi dunia mempertanyakan sikap Vladimir Putin.

Benarkah serangan yang dilakukan Rusia ke Ukraina, berkaitan dengan Yahudi?

Baca juga: Digempur Rusia 3 Pekan, Ukraina Sadar Tak Bisa Gabung NATO, Zelensky Minta Bantuan

Baca juga: Terjawab! Serangan Rusia ke Ukraina Diakhiri Bila 4 Syarat Mutlak Ini Terpenuhi, Satunya Soal Nuklir

Baca juga: Zelensky Putus Asa Digempur Rusia? Buat Video Paris Dibom, Ukraina Desak NATO

Seperti dilansir dari Serambinews.com berjudul Komunitas Yahudi Dunia Pertanyakan Rusia: 'Mengapa Pemimpin Ukraina Keturunan Yahudi Diperangi, Ukraina telah tumbuh menjadi masyarakat pluralistik, dipimpin oleh seorang presiden keturunan Yahudi, Volodymyr Zelenskyy.

“Mengapa rezim Rusia yang mengklaim sebagai “denazifikasi” Ukraina melakukan kekerasan terhadap sebuah negara yang dipimpin oleh seorang Yahudi yang terpilih secara demokratis?” tanya David Harris.

Dia merupakan CEO Komite Yahudi Amerika (AJC) dan telah mengunjungi Polandia minggu ini untuk menilai kebutuhan pengungsi Yahudi.

”Mengapa Moskow mengadopsi taktik seperti Nazi pada 1930-an," tanyanya.

"Padahal, itu sejarah palsu dan keluhan palsu," tambahnya.

"Mengapa Rusia melakukan serangan kilat, serangan terhadap warga sipil dan institusi sipil, dan pembunuhan anak-anak?” tanyanya lagi.

Baca juga: Nasib Chelsea, The Blues Tak Mampu Beli Bensin Bus, Buntut Konflik Rusia-Ukraina

Sekarang invasi Rusia telah menjerumuskan negara itu ke dalam krisis kemanusiaan akut yang mempengaruhi orang Yahudi dan non-Yahudi.

Organisasi-organisasi Yahudi mengatakan mereka ada di sana untuk membantu semua pengungsi tanpa memandang agama.

Tetapi bagi sebagian orang Yahudi, keterlibatan organisasi sangat penting untuk membantu mereka beremigrasi ke Israel.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved