Minggu, 26 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Hari Perawat Nasional, Ini Kisah Mey yang Menumbuhkan Rasa Cinta Sebagai Perawat

Dulu profesi perawat adalah profesi idaman seluruh masyarakat terutama wanita

TRIBUNKALTIM.CO/AMELIA MUTIARACHMAH
Mey Risna Wati Hutapea, Amd. Kep, Perawat Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.TRIBUNKALTIM.CO/AMELIA MUTIARACHMAH 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Peran perawat tidak akan bisa dipisahkan dari dunia medis, berkat bantuan dan pekerjaan mereka lah dokter dapat melaksanakan tugas dengan baik dan pasien bisa sembuh.

Dulu profesi perawat adalah profesi idaman seluruh masyarakat terutama wanita.

Dimana profesi tersebut disebut sebagai profesi yang menjanjikan serta mulia.

Seperti yang dirasakan Mey Risna Wati Hutapea, Amd.Kep yang telah menjalani kehidupan dunia perawat selama 7 tahun.

Perawat yang akrab disapa Mey ini merupakan perawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Mey menceritakan pengalamannya pada saat belajar untuk menjadi perawat.

"Dulu kita kan suka ikut-ikut teman ya. Saya dulu sih pengennya jadi fotografer gitu, tapi temen-temen ngajakin masuk ke kesehatan. Saya pengen bidan.

Tapi nggak masuk tuh padahal temen-temen masuk bidan semua. Jadilah akhirnya saya ngambil perawat. Sempat marah sama orangtua," jelas Mey.

Baca juga: Pasca Banjir di Balikpapan, Warga Gang Mufakat Mulai Berbenah, Jemur Perabotan Depan Rumah

Baca juga: Yadi Robyan Noor Sebut Kaltim Punya Tiga Pabrik Minyak Goreng, Dua di Balikpapan, Satu di Bontang

Baca juga: Gunakan Identitas Palsu untuk Sewa Kamar Penginapan, Pria Ini Tipu Manajemen Hotel di Balikpapan

Mey juga menceritakan kehidupannya ketika menjadi mahasiswa Poltekes Balikpapan. Mey mengaku dia sempat disemangati oleh dosennya ketika ia menjalani kehidupan kuliahnya dengan setengah hati.

"Ingat banget waktu itu sempat praktik di RSKD dan rumah sakit itu kan besar banget. Luar biasa melelahkan banget, dengan banyak pasien. Jadi pulang magang itu sering banget ngomel-ngomel ke orangtua minta berhenti.

Tapi seiring berjalannya waktu makin lama makin terbuka melihat pekerjaan perawat ternyata asik dan prospek kerjanya memang bagus banget," timpalnya.

Mey menjelaskan bagaimana kebutuhan tenaga medis di saat pandemi seperti ini, ia mengatakan bahwa tenaga medis sekarang itu sangat dibutuhkan, mengingat tenaga medis sekarang banyak yang kewalahan, tumbang, bahkan ada yang terinfeksi Covid-19 sehingga tenaga medis sangat diperlukan.

Mey berpendapat bahwa milenial sekarang lebih memilih menjadi influencer, model dan lain-lain dan niat untuk ikut jadi perawat itu cukup minim, kadang mereka lebih memilih menjadi dokter atau bidan dibanding perawat.

"Padahal kalau menjadi perawat bisa kok melakukan hal sampingan lain yang menjadi bakat. Seperti perawat yang menjadi model, perawat yang jadi penulis. Seperti saya, saya pernah menjadi model ekstension di klinik-klinik," jelasnya.

Mey menghadapi tantangan paling utama saat menjadi perawat adalah ketika berhadapan dengan pasien-pasien yang berbeda sifat.

Dia bercerita panjang mengenai bagaimana dia berhadapan dengan orang yang marah dan mengomel mengenai rakyat yang mengeluh dengan fasilitas yang menggunakan BPJS dan umum.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved