Berita Berau Terkini

Strategi Kembangkan Pariwisata Berau, Disbudpar Pecah Peta Wisata Jadi 4 Kawasan

Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meningkatan seluruh sektor pariwisata unggulan yang ada di Bumi Batiwakkal

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Kepala Disbudpar Berau, Masrani.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB– Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meningkatan seluruh sektor pariwisata unggulan yang ada di Bumi Batiwakkal.

Sebagai upaya pemerataan pengembangan wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau membentuk empat kawasan.

Kepala Disbudpar Berau, Masrani menjelaskan, sesuai dengan Rancangan Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riparda), Berau, membagi peta pembangunan pariwisata menjadi empat Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP).

Yang pertama adalah kawasan perkotan yang terdiri dari Kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

Kemudian kawasan Pulau Derawan dan Maratua, kawasan pesisir, dan kehutanan yang terdiri dari Kecamatan Segah dan Kelay.

Baca juga: Dorong Peningkatan PAD Lewat Sektor Pariwisata, DPRD PPU Minta Akses Jalan hingga Sarpras Dibenahi

Baca juga: Serahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ke BPK RI, Ini Harapan Bupati Berau

Baca juga: Wacana Penghapusan Tenaga Honorer 2023 di Berau Masih Harus Dikaji Sebaik Mungkin

“Dari 13 kecamatan, dibagi menjadi empat KPP itu terdapat 277 destinasi, jadi 177 darat 100 wisata laut,” ucapnya, Selasa (22/3/2022).

Hal tersebut dilakukan guna menyeimbangkan pembangunan pariwisata di setiap kawasan.

Namun, diakuinya memang terdapat skala prioritas yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni Kepulauan Derawan.

Tapi dapat dipastikan pembangunan akan dilakukan secara menyeluruh di 13 kecamatan.

“Semuanya akan berjalan beriringan,” ungkapnya.

Selain itu, pembagian empat zona dilakukan untuk mempermudah dalam memunculkan keunikan dan kelebihan masing-masing wilayah.

Supaya lebih terperinci, pihaknya membuat master plan per zona, dan bahkan per kecamatan untuk meningkatkan potensi tiap tiap wilayah.

Menurutnya, keunikan kondisi alam dan kebudayaan sangat berbeda di setiap wilayah.

Pihaknya tengah berupaya membuat hal tersebut menjadi satu kesatuan utuh yang saling melengkapoi.

“Yang paling lengkap itu saya akui berada di kawasan pesisir karena wisata di darat ada seperti pemandian air panas, goa alam, pulau yang indah hingga spot diving,” jelasnya.

Baca juga: Kabupaten Berau Belum Punya Kuota Calon Jamaah Haji 2022

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved