Berau Coal Dampingi Petani Kakao Capai Kesejahteraan Ekonomi
Berau kini lumayan eksis dengan kakaonya. Salah satunya warga Kampung Suaran, Nicholas Jumin, yang menjadikan kakao sebagai salah satu mata
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO - Berau kini lumayan eksis dengan kakaonya.
Salah satunya warga Kampung Suaran, Nicholas Jumin, yang menjadikan kakao sebagai salah satu mata pencahariannya.
Sebagai seorang petani, Nicholas Jumin sangat yakin kakao akan menjadi fondasi ekonominya.
Tepatnya pada tahun 2005 lalu, ia mulai menanam kakao di kebun miliknya.
Padahal, saat itu ia tidak memiliki dasar apapun.
Baca juga: Belajar Mandiri dan Saling Berbagi di Asrama Pelajar Putri RA Kartini, Binaan Berau Coal
Perjalanannya menanam kakao juga tidak selalu berjalan mulus.
Banyak kesulitan yang dihadapinya saat awal-awal dulu, mulai dari pupuk hingga bagaimana cara mengantisipasi berbagai penyakit dan hama yang menyerang.
"Waktu itu nekat saja, sambil nanya-nanya ke teman-teman yang sudah duluan menanam. Saya meyakini kakao ini sesuai dengan kebutuhan pasar. Kakao menjadi pilihan, karena memiliki peluang yang cukup baik," katanya kepada tribunkaltim.co, Rabu (23/3/2022).
Diterangkannya, ketika panen tiba, satu pohon kakao di kebunnya rata-rata paling banyak menghasilkan 30 buah saja.
Hasil itu menurutnya masih terbilang sedikit dari seharusnya.
Buah kesabarannya berkebun kakao akhirnya mulai terbayarkan ketika PT Berau Coal memberikan program pendampingan pada petani kakao di Suaran pada tahun 2010 lalu.
Berbagai ilmu pengetahuan tentang tata cara budidaya kakao, serta pelatihan mengelola kebun kakao diberikan.
Bahkan, kelompok tani kakao juga dibentuk, yang mana saat dirinya memulai kebun kakao pada tahun 2005 lalu, belum ada satupun kelompok tani kakao.
“Dari pendampingan itu, kami mendapatkan bimbingan secara rutin setiap bulan oleh tim Berau Coal. Dengan menyampaikan berbagai arahan kepada petani, khususnya tentang pemeliharaan perlakuan sebelum hingga masa panen,” jelasnya.
Baca juga: Belajar Alquran di Rumah Tahfidz TPA Al-Isro Teluk Bayur, Program PPM PT Berau Coal
Setelah mengikuti arahan yang diberikan pihak Berau Coal, dan menerapkannya langsung di kebun kakao miliknya, hasilnya pun mulai terlihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/nicholas-tumin-memperlihatkan-kebun-kakao-miliknya.jpg)