Berita Internasional Terkini
Putin Bakal Pecah Ukraina Seperti Korea? Zelenskiy Melunak Digempur Habis Rusia
Vladimir Putin bakal pecah Ukraina seperti Korea? Volodymyr Zelenskiy melunak digempur habis Rusia
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio
TRIBUNKALTIM.CO - Vladimir Putin disebut-sebut berupaya membuat Ukraina bernasib seperti Korea, yakni pecah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.
Terbaru, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina bersedia menjadi netral dan berkompromi atas status wilayah Donbass timur sebagai bagian dari kesepakatan damai.
Dilansir dari Kompas.com, hal itu disampaikannya pada Minggu (27/3/2022), bahkan ketika pejabat tinggi Ukraina lainnya menuduh Rusia berusaha untuk membagi negara mereka menjadi dua.
Zelenskiy menyampaikan pesannya langsung kepada jurnalis Rusia dalam panggilan video yang sebelumnya telah diperingatkan oleh Kremlin kepada media Rusia untuk tidak melaporkan.
Dia mengatakan kesepakatan apa pun harus dijamin oleh pihak ketiga dan dimasukkan ke dalam referendum.
"Jaminan keamanan dan netralitas, status non-nuklir negara kami.
Kami siap melakukannya," katanya, berbicara dalam bahasa Rusia sebagaimana dilansir Reuters.
Akan tetapi, Kepala Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin merebut bagian timur Ukraina, jelang upaya perundingan Rusia-Ukraina terbaru minggu ini di Turki.
"Faktanya, itu adalah upaya untuk menciptakan Korea Utara dan Selatan di Ukraina," katanya, merujuk pada pembagian Korea setelah Perang Dunia Kedua.
Zelenskiy mendesak Barat untuk memberikan tank, pesawat, dan rudal Ukraina untuk membantu menangkis pasukan Rusia.
Sementara dalam pidato video malamnya, dia pun bersikeras pada "integritas teritorial" Ukraina dalam setiap perundingan.
Dalam panggilan telepon dengan Putin pada Minggu (27/3/2022), Presiden Turki Tayyip Erdogan setuju untuk mengadakan pembicaraan minggu ini di Istanbul dan menyerukan gencatan senjata dan kondisi kemanusiaan yang lebih baik, kata kantornya.
Negosiator Ukraina dan Rusia mengonfirmasi bahwa pembicaraan langsung akan dilakukan.
Sementara itu, Pejabat Tinggi Amerika Serikat (AS) pada Minggu (27/3/2022) berusaha mengklarifikasi bahwa Washington tidak memiliki kebijakan perubahan rezim di Rusia, setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Putin "tidak dapat tetap berkuasa".
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Biden hanya bermaksud bahwa Putin tidak dapat "diberdayakan untuk berperang" melawan Ukraina atau di mana pun.