Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Tiap Kecamatan Punya Kebun Sawit, Paser Layak Bangun Pabrik Minyak Goreng demi Atasi Kelangkaan

Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Paser terdapat perkebunan kelapa sawit. Namun sayang, kondisi tersebut tidak mendukung dengan keberadaan proses

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Paser, Hairul Saleh, menegaskan, Kabupaten Paser perlu ada pabrik minyak goreng lantaran setiap kecamatan di Paser terdapat kebun sawit. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Paser terdapat perkebunan kelapa sawit.

Namun sayang, kondisi tersebut tidak mendukung dengan keberadaan proses hilirisasi kepala sawit dalam bentuk pabrik minyak goreng di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. 

Hal ini dibeberkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Paser, Hairul Saleh kepada TribunKaltim.co pada Rabu (30/3/2022). 

Dia menjelaskan, Hasil Tandan Buah Segar (TBS) yang diolah pabrik menjadi CPO atau bahan minyak mentah, selama ini hanya dikirim ke Kota Balikpapan dan Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan.

Hairul Saleh mengatakan, kerja sama penjualan CPO dengan pabrik sudah terjalin sejak lama.

Baca juga: Dua Pabrik Kelapa Sawit di Paser Sulit Bermitra dengan Petani, Terima Muatan dari Pengepul

Baca juga: Jaga Kestabilan Harga TBS, Seluruh Pabrik Kelapa Sawit Didorong untuk Bermitra dengan Petani Plasma

"Tidak mudah memindahkan kerja samanya, apalagi penjualan CPO dengan pabrik atau buyer yang memproduksi sudah terikat puluhan tahun," kata Hairul.

Dijelaskan, Pemda harusnya sudah sejak lama memikirkan hal itu, sehingga saat terjadi kelangkaan minyak goreng premium, harga tetap normal.

Menurutnya, peluang untuk membangun pabrik sebenarnya ada, dengan mencontoh wacana pabrik kelapa sawit di Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.

Pabrik kelapa sawit tersebut, kata Hairul, berencana memproduksi minyak goreng sendiri, karena memiliki lahan kebun sawit yang luas beserta pengolahannya.

"Semoga saja ada pabrik kelapa sawit yang ingin memproduksi langsung minyak goreng di Paser ini," ucap Hairul, yang baru menjabat Kadisperindakop dan UKM Paser sejak November 2021.

Baca juga: Penambahan Pabrik Kelapa Sawit, Upaya Memanfaatkan Peluang Bisnis yang Sangat Besar

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng premium, namun terjadi kelangkaan pasokan minyak goreng.

Hingga pada akhirnya HET tersebut dicabut, dan menyerahkan ke mekanisme pasar, dengan artian harga minyak goreng premium ditentukan oleh produsen. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved