Rabu, 6 Mei 2026

Berita Internasional Terkini

NATO Terpecah 2 Kubu, Perancis-Jerman Ingin Rusia-Ukraina Damai, Polandia cs Tak Percaya Putin

Meskipun menunjukkan kompak di depan umum, di belakang layar blok keamanan NATO terbelah menyikapi konflik Ukraina.

Tayang:
Sergei SUPINSKY / AFP
Polisi Ukraina membawa mayat dari sebuah bangunan perumahan lima lantai yang sebagian runtuh setelah penembakan di Kyiv pada 18 Maret 2022, ketika tentara Rusia mencoba mengepung ibukota Ukraina. 

Macron Kritik Tajam Ucapan Biden

Presiden Prancis Emmanuel Macron, sebaliknya, menentang pernyataan yang dibuat Presiden AS Joe Biden, yang tampaknya menyerukan penggulingan Putin selama pidatonya di Polandia pekan lalu.

"Kita seharusnya tidak meningkatkan, dengan kata-kata atau tindakan," kata Macron mengomentari pernyataan Biden.

Kubu yang menentang perundingan dengan Putin, menurut sumber Bloomberg, jumlahnya lebih besar.

Ini termasuk Inggris dan sejumlah negara Eropa Tengah dan Timur.

Hongaria dikecualikan, karena berusaha tetap netral dalam konflik yang sedang berlangsung dan membela kepentingannya sendiri.

Kelompok negara kedua ini skeptis Putin bersedia menandatangani kesepakatan damai, tulis Bloomberg mengutip dokumen yang mereka peroleh.

Baca juga: Terkuak Apa Sebenarnya Keinginan Putin di Perang Rusia vs Ukraina, 5 Negara Ini Target Selanjutnya?

Presiden Polandia Andrzej Duda secara aktif mempertanyakan kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Rusia yang dapat diterima Ukraina.

Dia juga dilaporkan mendorong gagasan siapa pun yang mendukung kondisi Moskow secara efektif "mendukung Rusia".

Bloomberg juga mengutip seorang diplomat Eropa Timur yang mengklaim siapa pun yang mendorong kesepakatan damai yang tidak melibatkan penarikan pasukan Rusia, hanya "melayani Putin" dan mencari keuntungan domestik.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan juga skeptis terhadap kesepakatan apa pun dengan Vladimir Putin.

Beberapa diplomat Eropa lainnya menyatakan kekhawatiran Macron mungkin mendorong Zelensky untuk menerima perjanjian dengan Rusia sebagai imbalan Ukraina mengadopsi status netral.

Baca juga: NEWS VIDEO Hasil Negosiasi di Istanbul Positif, Rusia Janji Hentikan Aktivitas Militer ke Kiev

Ukraina Siap Kompromi

Presiden Ukraina Zelensky dalam beberapa kali kesempatan menyatakan Kiev siap untuk kompromi untuk posisi semacam itu.

Sekutu NATO dilaporkan juga tidak dapat menyepakati hal-hal lain terkait Ukraina, seperti poin yang sedang dinegosiasikan di Istanbul.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved