Ramadhan
Tradisi Nyekar Jelang Puasa, Pedagang Bunga di Balikpapan Panen Rezeki
Memasuki bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, sejumlah pemakaman muslim ramai dipadati dengan para peziarah.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memasuki bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, sejumlah pemakaman muslim ramai dipadati dengan para peziarah.
Seperti misalnya yang terlihat di Makam Jalan Soekarno Hatta KM 1,5 Muara Rapak, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Sabtu (2/4/2022).
Ramainya peziarah tersebut mulai terasa sejak sepekan terakhir. Beberapa warga yang keluarganya dimakamkan di pemakaman itu datang untuk berziarah atau nyekar.
Tradisi nyekar tentunya menjadi berkah tersendiri bagi para penjual kembang atau bunga. Ini merupakan musim panen bagi mereka.
Sebab, bunga yang biasa disebut kembang setaman itu menjadi laris manis digunakan sebagai bunga tabur makam para peziarah.
Baca juga: Detik-Detik Haru Vino dan Kakeknya Nyekar di Makam Kedua Orangtua, Pamit dari Kubar Menuju Sragen
Baca juga: TERUNGKAP Rachmawati Soekarnoputri Sempat Nyekar Makam Bung Karno Sebelum Wafat, Cek Pesan Terakhir
Baca juga: Pesan Terakhir Rachmawati Soekarnoputri, Adik Bos PDIP Sempat Nyekar Makam Bung Karno Sebelum Wafat
"Sekarang lagi ramai-ramainya orang beli bunga buat ziarah, sudah sekitar seminggu ini ya," ujar Nurlela, salah satu penjual bunga tabur makam di sekitar kawasan makam.
Tahun ini, lanjutnya, kedatangan para peziarah jauh lebih banyak dibanding tahun lalu. Puncak penjualan bunga tabur makam juga terjadi pada dua hari terakhir di bulan Sya'ban.
"Kemarin dan hari ini lebih ramai lagi, karena puasa mulainya besok di hari Minggu," imbuh perempuan paruh baya ini.
Banyaknya pembeli bunga turut pula berimbas pada pendapatan Nurlela. Meski demikian, wanita yang kerap disapa Lela itu, enggan untuk menyebut angkanya.
Adapun, satu paket bunga untuk menyekar cukup murah. Rata-rata antara Rp 5 - 15 ribu. Tergantung kelengkapan bunga dan banyaknya bunga.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Ziarah Makam Covid-19 di Balikpapan Bakal Diatur
Banyaknya peziarah yang datang juga dirasakan penjual air bunga mawar untuk menyiram makam.
"Ya lumayan banyak, pasti naiknya kalau dihitung satu minggu ini. Kalau hari biasa tidak terlalu ramai seperti sekarang," imbuhnya
Sementara itu, Fitri Rahmawati, salah seorang peziarah nampak datang bersama dua adiknya. Dia datang ke makan tersebut untuk berziarah ke makam kakeknya.
Wanita yang tinggal di Margasari, Balikpapan Barat itu rela jauh-jauh datang menyekar untuk mendoakan sang kakek yang wafat beberapa tahun silam.
Biasanya dia datang bersama orang tuanya. Namun menjelang Ramadan tahun ini, Fitri memilih mengajak kedua adik laki-lakinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemakaman-muslim-di-jalan-soekarno-hatta-km-15-muara-rapak-ramai-dikunjungi.jpg)