Kebakaran di Samarinda
Masuk Awal Bulan Sudah 3 Peristiwa, Begini Cara Cegah Bencana Kebakaran di Samarinda
Petaka atau bencana kebakaran di Samarinda, ibaratnya selalu menjadi makanan sehar-hari.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Petaka atau bencana kebakaran di Samarinda, ibaratnya selalu menjadi makanan sehar-hari.
Perisitwa yang tidak diinginkan seluruh masyarakat itu datang tiba-tiba tanpa diundang, membuat sibuk banyak pihak.
Di Kota Samarinda, sering kali terjadi kebakaran, paling sering melanda kawasan tempat tinggal penduduk yang padat.
Mengacu pada data Disdamkar Kota Samarinda, memasuki April 2022.
Baca juga: 50 Persen Penyebab Kebakaran di Samarinda karena Konsleting Listrik
Baca juga: Kebakaran di Samarinda, Tempat Usaha Molding Kayu Ludes dan 8 Jiwa Kehilangan Rumah
Baca juga: Cegah Kebakaran di Samarinda pada Ramadhan 2022, Disdamkar akan Gelar Simulasi
Setidaknya sudah 3 kali terjadi musibah kebakaran dalam kurun waktu 1 minggu ini.
Yakni sebagai berikut ini:
Yaitu, Kebakaran pada Senin (38/3/2022) di Jalan Raudah, Kelurahan Teluk lErong Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, yang menghanguskan 2 bangunan yang dihuni 1 KK 3 jiwa.
Kemudian Rabu (30/3/2022) kebakaran hebat terjadi di Jalan Pamgeran Antasari, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, dan menghanguskan 9 buah bangunan.
Tidak tanggung-tanggung, kerugian mencapai Rp 1 Miliar dalan musibah yang terjadi Pukul 11.00 Wita di gang Padat Karya, RT 30 tersebut.
Lalu pada Sabtu (2/4/2022), pukul 14.20 Wita api mengamuk di Jalan Abdul Muthalib, Kelurahan Sungai Pinang Luar Kecamatan Samarinda Kota.
Baca juga: Kebakaran di Samarinda Hanguskan Bangsal, Puluhan Jiwa Tidak Sempat Selamatkan Barang
Ada 6 bangunan yang ludes dilahap api dalam musibah yang diduga akibat korsleting listrik dari ruko servis elektronik tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan bahwa korsleting listrik masih menjadi penyebab utama musibah kebakaran di Kota Tepian ini.
Kendati demikian, Ia juga mengimbau dalam bulan suci Ramadhan ini, setiap masyarakat Kota Samarinda bisa lebih awas ketika melakukan aktivitas memasak.
"Apa lagi kaum ibu rumah tangga. Selesai masak dan ingin melaksanakan sholat tarawih, pastikan tidak ada api yang sedang menyala," pesannya.
Baca juga: Usai Kebakaran di Samarinda Istri Ketua RT 02 Galang Dana Bantu Korban
"Perbotan elektronik juga yang tidak digunakan sebaiknya dicabut. Dan pastikan selalu melakukan peremajaan instalasi listrik setidaknya 15 tahun sekali," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/terjadi-di-jalan-abdul-mutahalib.jpg)