Berita Kaltim Terkini

Kemenkes Cek Kesiapan Kedatangan Alat Whole Genome Sequences di Samarinda

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Republik Indonesia hadir di Kalimantan Timur.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
Dirjen P2P Kemenkes, DR dr Maxi Rein Rondonuwu saat meninjau Labkes Fakultas Kedokteran Unmul, Rabu (6/4/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Republik Indonesia hadir di Kalimantan Timur.

Tepatnya Kota Samarinda untuk mengecek kesiapan kedatangan alat Whole Genome Sequences (WGS).

Biasanya untuk menguji sample Covid-19, Pemprov Kaltim menggunakan metode S-Gene Target Failure (STGF) di Labkesprov.

Namun, untuk lebih detail menentukan jenis varian apa, perlu dikirim ke Litbangkes RI dan di tes WGS dan butuh waktu untuk mengetahuinya.

Baca juga: Kemenkes Sebut Status Warna Pada PeduliLindungi Akan Berubah Otomatis Pasca Isoman

Baca juga: Indonesia Masuk Gelombang ke 3 Covid-19? Kasus Baru Tembus 16 Ribu, Respon Kemenkes

Baca juga: Akhirnya Dinkes Bekasi Beber 4 Warga Jakarta Terpapar Varian Omnicorn Covid-19, Tapi Kemenkes Bantah

Dirjen P2P Kemenkes, DR dr Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan, kedatangannya kali ini menengok persiapan Laboratorium Kesehatan Fakultas Kedokteran di Universitas Mulawarman yang rencananya menjadi tempat alat tes WGS tersebut di tempatkan.

"Dalam rangka persiapan menerima alat WGS. Alat itu akan datang dalam waktu dekat," tegasnya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (6/4/2022).

Direncanakan pada bulan Mei 2022 alat WGS ini bakal datang ke Kaltim.

Menyinggung kesiapan ruangan tempat penunjang, Maxi Rein mengatakan tidak ragu menempatkan alat WGS di Kalimantan Timur.

Nyatanya pihak Unmul juga memiliki fasilitas yang sudah mumpuni guna menunjang kinerja alat tersebut.

Baca juga: HPM dan SAWA Bantu Vaksinasi di Desa Long Bentuq Kutim Bersama Polri, TNI dan Kemenkes

"Semoga alat ini dimanfaatkan secara maksimal untuk mendeteksi varian baru ( Covid-19), awal mei datang alatnya," terangnya.

Tidak hanya Covid-19 saja, tetapi juga beberapa virus lain yang bisa dideteksi oleh alat WGS.

"Semua penyakit bisa dideteksi, penyakit menular. Misalnya di Kaltim juga banyak malaria, di daerah calon IKN juga ada," ungkap Maxi Rein.

Penempatan alat juga tak hanya di Kota Samarinda saja, namun di satu daerah Kalimantan lainnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Kemenkes Umumkan Dua Pasien Positif Omicron Meninggal Dunia, Dilaporkan Memiliki Komorbid

"Ada dua Unmul, Samarinda dan nantinya juga ada di Pontianak," sebut Maxi rein.

Untuk tahap awal pengoperasian alat, Dirjen P2P Kemenkes RI akan melakukan pendampingan hingga tiga tahun ke depan.

"Harga alat sekitar 10 miliar hingga 15 miliar. Kami akan bantu sampai tiga tahun operasionalnya," tutupnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved