Berita DPRD Kalimantan Timur

Pansus Tinjau Crossing Jalan di Gurimbang Berau, Maksimalkan Draf Raperda Jalan Umum dan Khusus

Komitmen Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Anggota Pansus Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Angkutan Batu Bara dan Kelapa Sawit, Wakil DPRD Kaltim Seno Aji dan manajemen PT Berau Coal meninjau crossing jalan di Gurimbang, Rabu (13/4/202). 

TRIBUNKALTIM.CO - Komitmen Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batu Bara dan Kelapa Sawit guna membuat draf raperda yang maksimal, menggabungkan aspek kajian data dan informasi dengan hasil di lapangan.

Ini dibuktikan dengan pansus melakukan kroscek lapangan crossing atau jalan yang menjadi lintasan batu bara PT Berau Coal di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Berau, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Elly Hartati Ajak Masyarakat Pahami Bahasa Isyarat

Ketua Pansus Jalan Umum dan Jalan Khusus Ekti Imanuel menjelaskan, kroscek dilakukan guna melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan yang di sesuaikan informasi dan laporan dari perusahaan.

"Laporan dari pihak PT Berau Coal dari tiga crossing jalan, satu diantaranya belum ada flyover atau underpass sebagaimana yang diwajibkan dalam perda karena itu hari ini pansus melihat langsung," kata Ekti di sela-sela kunjungan yang didampingi manajemen PT Berau Coal.

Adapun hasilnya, lanjut dia, benar adanya crossing jalan belum dibangun flyover atau underpass.

Kendati demikian, pihaknya juga mengakui bahwa di kawasan tersebut mengutamakan aspek keamanan.

"Rambu-rambu sudah ada, penerangannya juga ada, kemudian ada petugas yang mengatur alus lalu lintas antara kendaraan angkutan yang lewat dengan kendaraan umum. Penerapan CCTV juga dilakukan untuk memantau kondisi sekitar," imbuhnya.

Baca juga: Berkas MoU Segera Dikirim ke DPR RI, Berisi Tiga Poin Tuntutan Mahasiswa Kaltim

Untuk tingkat kepadatan kendaraan dalam satu menit ada dua sampai tiga kendaraan yang melalui jalan tersebut artinya tergolong tinggi karena ada tiga kampung yang menjadikan kawasan itu jalan utamanya.

Terkait pengggunaan crossing jalan pihak PT Berau Coal mengantongi izin dari pemerintah daerah.

Selain itu, salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Kaltim itu berkomitmen kedepannya menggunakan flyover atau underpass.

Anggota Pansus Jalan Umum dan Jalan Khusus Baba mengingatkan perusahaan agar bagaimanapun wajib mematuhi dan melaksanakan amanat dari perda untuk tidak menggunakan jalan umum.

Baca juga: Ketua DPRD Makmur Dukung Program Baznas Kaltim

Aspek pemeliharaan kondisi fisik jalan sangatlah dipengaruhi oleh kendaraan yang melintas di atasnya.

Apabila muatan besar yang tidak diperuntukkan bagi jalan umum tersebut maka dipastikan akan menimbulkan kerusakan.

"Jalan rusak dan tingkat kepadatan kendaraan yang melintas dari masyarakat maupun perusahaan sama-sama berpotensi menimbulkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, karena itu perda mengamanatkan flyover atau underpass," tegasnya. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved