Jamin Ramadan dan Idul Fitri yang Kondusif, Pemerintah Terus Jaga Pengendalian Pandemi

Ramadan pada tahun 2022 ini, kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai terkendali dan cukup stabil di berbagai wilayah Indonesia, yang ditunjukkan dengan

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ramadan pada tahun 2022 ini, kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai terkendali dan cukup stabil di berbagai wilayah Indonesia, yang ditunjukkan dengan penurunan jumlah kasus harian, kasus aktif, kematian, BOR dan rawat inap RS.

Evaluasi mingguan tetap dilakukan oleh Pemerintah secara rutin guna memastikan perkembangan situasi terakhir di masyarakat tetap terkendali.

Sejak dua minggu terakhir ini, angka reproduksi kasus efektif (Rt) Indonesia di level 1,00 (laju penularan cukup terkendali).

Seluruh wilayah dan semua pulau laju penularannya juga relatif terkendali.

Untuk wilayah di luar Jawa-Bali, angka Rt dari tertinggi ke terendah yakni Nusa Tenggara (1,00), Kalimantan (1,00), Sumatra (1,00), Papua (1,00), Maluku (0,99), dan Sulawesi (0,99).

Baca juga: Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2022, Airlangga: Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Secara nasional per 18 April 2022, kasus baru yang tercatat adalah sebanyak 559 kasus, menurun -99,1 persen dari jumlah tertingginya di 16 Februari 2022 yang sebanyak 64.718 kasus.

Sementara, Kasus Aktif berjumlah 50.969 kasus, turun -91,3 persen dari puncaknya di 24 Februari 2022 sebanyak 586.113 kasus.

Dan, jumlah kasus Kematian sebanyak 37 kasus, turun -90,8 persen dari puncaknya di 8 Maret 2022 sebanyak 401 kasus.

Positivity rate di Indonesia juga berada di bawah standar WHO, dengan positivity rate harian adalah 0,9 persen dan 7DMA 1,16 persen.

Khusus untuk wilayah di luar Jawa-Bali, kasus konfirmasi harian juga menunjukkan penurunan, yaitu per 17 April 2022 tercatat sebanyak 117 kasus (19,27 persen dari kasus harian nasional).

Baca juga: Airlangga: Indonesia Tak Mudah Terpolarisasi karena Berpedoman Alquran

Sementara, kasus aktifnya dalam periode yang sama sebanyak 25.489 kasus (43,74 persen dari kasus aktif nasional).

“Kasus Aktif di sebagian besar Provinsi sudah relatif rendah, hanya di beberapa Provinsi saja masih agak tinggi, namun semuanya secara konsisten terus menurun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers terkait Hasil Rapat Terbatas (Ratas) PPKM, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/4/2022).

Adapun 2 provinsi dengan kasus aktif tertinggi, tetapi tingkat keterisian tempat tidur (BOR) masih memadai dan konversi TT Covid-19 di RS juga masih rendah adalah Provinsi Papua dengan 12.211 kasus, BOR = 9 persen, dan konversi = 18 persen, serta Provinsi Lampung dengan 7.417 kasus, BOR = 3 persen, dan konversi = 22 persen.

Apabila dilihat secara nasional, BOR juga berada di angka yang rendah yaitu 4 persen. Sementara, untuk luar Jawa-Bali BOR berada di angka 3,6 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved