Berita Kukar Terkini
Masjid Al Muttaqim di Kukar Berdiri 20 Tahun tanpa Pasokan Listrik
Meski berdiri di atas areal yang berlimpah sumber daya alam, namun tidak dirasakan oleh Masjid Al Muttaqim
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Meski berdiri di atas areal yang berlimpah sumber daya alam, namun tidak dirasakan oleh Masjid Al Muttaqim, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar), Kalimantan Timur, yang sudah 20 tahun beroperasi.
Salah satu pengurus masjid, Basirudin membeberkan, ketiadaan pasokan listrik ini memang sudah sejak awal berdiri. Sehingga untuk aktivitas apapun, nyaris tanpa penerangan.
Secara swadaya, pengurus masjid kemudian memiliki genset untuk pemasok listrik sementara. Kendati secara kapasitas, kata Basirudin, tidak mampu menghidupi seluruh perangkat kelistrikan sehari penuh.
"Sementara ini kita hanya menggunakan genset. Itupun dihidupkan hanya saat masuk waktu sholat saja, untuk adzan begitu," sebut Basirudin, Kamis (21/4/2022).
Baca juga: Peduli Pendidikan Kukar, Arpiah Rusli Raih 3 Penghargaan di Hari Kartini 2022
Baca juga: Panitia Ramadhan Masjid Agung Nurul Falah Buka Penerimaan Zakat Fitrah dan Fidyah di Paser
Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat yang Bisa di Kunjungi untuk Wisata Religi di Surabaya, Masjid Agung Sunan Ampel
Padahal aktivitas pengajian di rumah ibadah yang berdiri di kawasan Desa Bukit Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara ini juga tidak sedikit.
Basirudin mencontohkan, salah satunya pengajian anak-anak tingkat TPA.
"Jadi mungkin ketika ada kegiatan lain seperti pengajian anak-anak TPA, mereka kepanasan, kipas tidak bisa dihidupkan," keluhnya.
Meski begitu, Basirudin mengaku bukan pihak masjid yang tinggal diam.
Baca juga: Musrenbang Kaltim, Kukar Usulkan Pembangunan Jalur Ekonomi, Kutai Barat Ingin Pemerataan Listrik
Pengurus sudah mengajukan permohonan pasokan listrik kepada pemangku kepentingan, namun tidak kunjung direalisasikan.
"Kami sudah berkali-kali mengajukan namun belum ada tanggapan. Sekedar alasan pun juga belum kita terima," imbuhnya.
Baginya, tidak adanya pasokan listrik secara tidak langsung berpengaruh terhadap urusan kekhusyukan jamaah saat beribadah.
Hal ini turut ditanggapi oleh Danpomdam VI Mulawarman, Kolonel CPM Didin Sofianandin seusai pihaknya memberikan bantuan kepada pengurus masjid.
Baca juga: Sejarah Masjid Tua Al Wahab Bontang, Didirikan oleh Para Perantau Abad 18 dan jadi Peradaban
Ia menilai, kondisi tidak ada listrik ini terbilang sangat prihatin. Dengan lokasi yang bahkan tidak jauh dari ruas jalan besar.
Diketahui bahwa jumlah jamaah yang rutin melaksanakan ibadah di Masjid Al Muttaqim ini tidaklah sedikit. Yakni mencapai kisaran 70 orang.
"Saya melihat masjid ini pertama kali, rasanya sangat prihatin. Listrik belum ada, sudah pasti penerangan tidak ada," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tanpa-listrik-masjid.jpg)