Rabu, 15 April 2026

Berita Internasional Terkini

Ukraina Hancur Diserang Rusia, Untuk Membangun Kembali Butuh 7 Miliar Dolar AS per Bulan

Negara Ukraina bisa dikatakan telah hancur lebur diserang militer Rusia

Editor: Budi Susilo
Viacheslav Ratynskyi
Terlihat sebuah mobil dan bangunan yang hancur di Irpin, dekat Kyiv, Ukraina, pada Selasa (19/04/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON - Negara Ukraina bisa dikatakan telah hancur lebur diserang militer Rusia.

Kemudian muncul, soal kebutuhan Ukraina untuk membangun lagi bangunan-banguna yang rusak akibat perang.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal yang dikutip dari Reuters mencatat, PDB Ukraina turun sebanyak 30 hingga 50 persen.

Dengan total kerugian yang sebagian berasal dari kerusakan infrastruktur.

Baca juga: Bendera Rusia Berkibar, Pasukan Kuasai Mariupol, Putin Larang Serbu Benteng Terakhir Tentara Ukraina

Baca juga: Presiden Ukraina Zelenskyy dan Barat Ketar-ketir Lihat Hasil Uji Coba Rudal Antar Benua Rusia

Baca juga: Akhirnya Amerika, Jerman, Inggris, hingga Norwegia Gerak Cepat Bantu Ukraina Serang Rusia

Disusul kerugian dari industri migas, pangan hingga industri alustista yang tembus mencapai 560 miliar dolar AS.

Jumlah ini naik tiga kali lipat dari pengeluaran ekonomi Ukraina pada tahun 2020 lalu yang hanya sekitar 155,5 miliar dolar AS.

Meski kini banyak bantuan tengah mengalir ke Ukraina.

Namun presiden Volodymyr Zelenskiy menyebut jumlah bantuan yang diterima negaranya saat ini masih kurang untuk membangun Ukrina agar pulih seperti sebelumnya.

Baca juga: Dampak Buruk Perang Rusia vs Ukrania, Beli BBM Dijatah, Warga Panic Buying

Zelenskiy menambah total dana yang dibutuhkan untuk dapat membangun kembali Ukraina mencapai 7 miliar dolar AS per bulan.

Jumlah ini bisa makin bertambah, terlebih jika rudal Rusia makin memanas dalam menyerang Ukraina.

Angka Kerugian Sebab Invasi

Presiden Bank Dunia, David Malpass memprediksi jika total kerugian pada bangunan dan infrastruktur Ukraina telah mencapai jumlah yang fantastis akibat invasi Rusia.

Dalam konferensi yang diadakan Bank Dunia pada Kamis (21/4./2022) kemarin, Maplass menjelaskan.

Kerugian Ukraina saat ini telah naik drastis hingga mencapai 60 miliar dolar AS.

Atau setara Rp 861 triliun (Dengan satuan USD Rp 14,364).

seorang penduduk setempat tampak mengendarai sepeda melewati kendaraan lapis baja yang hangus selama konflik Ukraina-Rusia di kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina.
seorang penduduk setempat tampak mengendarai sepeda melewati kendaraan lapis baja yang hangus selama konflik Ukraina-Rusia di kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina. (Alexander Ermochenko)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved