Berita Internasional Terkini
Ukraina Hancur Diserang Rusia, Untuk Membangun Kembali Butuh 7 Miliar Dolar AS per Bulan
Negara Ukraina bisa dikatakan telah hancur lebur diserang militer Rusia
TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON - Negara Ukraina bisa dikatakan telah hancur lebur diserang militer Rusia.
Kemudian muncul, soal kebutuhan Ukraina untuk membangun lagi bangunan-banguna yang rusak akibat perang.
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal yang dikutip dari Reuters mencatat, PDB Ukraina turun sebanyak 30 hingga 50 persen.
Dengan total kerugian yang sebagian berasal dari kerusakan infrastruktur.
Baca juga: Bendera Rusia Berkibar, Pasukan Kuasai Mariupol, Putin Larang Serbu Benteng Terakhir Tentara Ukraina
Baca juga: Presiden Ukraina Zelenskyy dan Barat Ketar-ketir Lihat Hasil Uji Coba Rudal Antar Benua Rusia
Baca juga: Akhirnya Amerika, Jerman, Inggris, hingga Norwegia Gerak Cepat Bantu Ukraina Serang Rusia
Disusul kerugian dari industri migas, pangan hingga industri alustista yang tembus mencapai 560 miliar dolar AS.
Jumlah ini naik tiga kali lipat dari pengeluaran ekonomi Ukraina pada tahun 2020 lalu yang hanya sekitar 155,5 miliar dolar AS.
Meski kini banyak bantuan tengah mengalir ke Ukraina.
Namun presiden Volodymyr Zelenskiy menyebut jumlah bantuan yang diterima negaranya saat ini masih kurang untuk membangun Ukrina agar pulih seperti sebelumnya.
Baca juga: Dampak Buruk Perang Rusia vs Ukrania, Beli BBM Dijatah, Warga Panic Buying
Zelenskiy menambah total dana yang dibutuhkan untuk dapat membangun kembali Ukraina mencapai 7 miliar dolar AS per bulan.
Jumlah ini bisa makin bertambah, terlebih jika rudal Rusia makin memanas dalam menyerang Ukraina.
Angka Kerugian Sebab Invasi
Presiden Bank Dunia, David Malpass memprediksi jika total kerugian pada bangunan dan infrastruktur Ukraina telah mencapai jumlah yang fantastis akibat invasi Rusia.
Dalam konferensi yang diadakan Bank Dunia pada Kamis (21/4./2022) kemarin, Maplass menjelaskan.
Kerugian Ukraina saat ini telah naik drastis hingga mencapai 60 miliar dolar AS.
Atau setara Rp 861 triliun (Dengan satuan USD Rp 14,364).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/serangan-di-donbas-timur.jpg)