Ramadhan

10 Hari Terakhir Ramadhan Jadikan Ladang Pahala, Amalkan Dzikir Setelah Shalat, Ini Bacaannya

Inilah bacaan dzikir yang bisa diamalkan setelah salat fardhu, jadikan 10 hari terakhir Ramadhan sebagai ladang pahala.

Freepik
ILUSTRASI Shalat berjamaah - 10 Hari Terakhir Ramadhan Jadikan Ladang Pahala, Amalkan Dzikir Setelah Shalat, Ini Bacaannya 

Artinya :

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” (HR. Bukhari no.6615, Muslim no.593)

Umat Islam melakukan itikaf di Masjid Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) dinihari. 
Ribuan umat Islam dari berbagai daerah mengikuti itikaf di masjid ini hingga sepuluh hari ke depan dengan aktivitas diantaranya membaca dan belajar tafsir Alquran, mengikuti kajian, dan salat qiyamullail berjamaah. Sebagian besar jemaah yang beritikaf membawa anggota keluarganya dan mendirikan tenda di sekitar masjid.
Umat Islam melakukan itikaf di Masjid Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) dinihari. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah mengikuti itikaf di masjid ini hingga sepuluh hari ke depan dengan aktivitas diantaranya membaca dan belajar tafsir Alquran, mengikuti kajian, dan salat qiyamullail berjamaah. Sebagian besar jemaah yang beritikaf membawa anggota keluarganya dan mendirikan tenda di sekitar masjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Bacaan Ketiga

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

Artinya :

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.” (HR. Muslim, no. 594)

Keempat

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x).

Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya :

“Maha Suci Allah (33x, segala puji bagi Allah (33x), dan Allah Maha Besar (33 x).

Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim no. 597)

Baca juga: Dapatkan Promo Ancol Selama Ramadhan 2022, Buka Puasa Bersama hingga Beli 2 Tiket Masuk Rp 40.000

Kelima

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved