Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Petani di Paser Bakal Miliki Pabrik Kelapa Sawit, Bisa Produksi 30 Ton per Jam

Setelah sekian lama, akhirnya impian petani di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, untuk memiliki pabrik kelapa sawit

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, saat menyaksikan penandatangan Memorandum of Understanding yang dilakukan oleh Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya dengan PT Tredo Media, berlangsung di ruang rapat Sadurengas, Sekretariat Pemkab Paser, Senin (25/4/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Setelah sekian lama, akhirnya impian petani di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, untuk memiliki pabrik kelapa sawit atau PKS bakal segera terwujud.

Rencana pendirian PKS tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya dengan PT Tredo Media.

Momen itu disaksikan langsung oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, di Ruang Rapat Sadurengas Kantor Bupati Paser, Senin (25/4/2022).

Pendirian PKS tersebut di bawah naungan Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya, dengan jumlah anggota sebanyak 8.500 pekebun dan kapasitas produksi 30 ton per jam.

Ketua Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya, Aliyadi menyebutkan, ada banyak investor yang masuk untuk berinvestasi salah satunya dari Negeri Jiran Malaysia, namun pihak perusahaan menginginkan kepemilikan usaha tidak melibatkan petani.

Baca juga: Sebuah Pabrik Kelapa Sawit di Paser Kena Sanksi, Disbunak Pastikan Tetap Beroperasi

Baca juga: Ekspor Minyak Goreng Dilarang, DPR Nilai Industri Dalam Negeri tak Bisa Serap Produksi

Baca juga: Tiap Kecamatan Punya Kebun Sawit, Paser Layak Bangun Pabrik Minyak Goreng demi Atasi Kelangkaan

"Investor lain menginginkan mereka yang memiliki pabrik, kita tidak seperti itu. Kami menginginkan agar kita sendiri yang memiliki, hingga pada akhirnya kita bisa mayoritas melalui PT. Tredo Media," cetusnya.

Seperti pengalaman beberapa tahun sebelumnya, sambung Aliyadi, pengiriman Tandan Buah Segar (TBS) ke PKS tidak dimiliki oleh koperasi.

Menurutnya, jika hal itu terus berlanjut maka petani tidak memiliki kekuatan untuk negosiasi harga pembelian TBS ataupun perlakuan lainnya.

"Ini yang kita harus rubah, berdasarkan pengalaman bertahun-tahun yang lalu," tambahnya.

Nilai investasi dalam pembangunan PKS, diperkirakan mencapai Rp 160 miliar dengan modal awal yang disiapkan koperasi sebesar 15 persen.

"Koperasi Induk ini terdiri dari 18 koperasi premier, petani kedepannya akan mendapatkan deviden dari nilai investasi yang diberikan ke koperasi premier," urai Aliyadi. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved