Liga Italia
Persaingan Gelar Scudetto Semakin Sengit, Tangan Dingin Simone Inzaghi vs Pragmatisme Stefano Pioli
Persaingan gelar Scudetto semakin sengit, tangan dingin Simone Inzaghi vs pragmatisme Stefano Pioli.
TRIBUNKALTIM.CO - Persaingan gelar Scudetto semakin sengit, tangan dingin Simone Inzaghi vs pragmatisme Stefano Pioli.
Liga Italia menyisakan tiga pertandingan lagi, Inter dan AC Milan menjadi dua kandidat terkuat yang merengkuh scudetto musim ini.
AC Milan masih kokoh bertengger di puncak klasemen Liga Italia dengan torehan 77 angka.
Sedangkan Inter Milan menguntit dari posisi kedua dengan kumpulan 75 poin yang mereka kumpulkan.
Konsistensi menjadi kunci bagi Inter dan AC Milan untuk meraih gelar scudetto, peduli setan lawan yang akan mereka hadapi.
Baca juga: HASIL Liga Italia: AC Milan dan Inter Milan Makin Panas, Napoli dan Juventus Lolos ke Liga Champions
Baca juga: Jadwal Leg 2 Semifinal Liga Champions: Villarreal vs Liverpool, Cek H2H dan Berita Tim Terbaru
Baca juga: Jadwal Liga Italia Serie A Pekan ke-36: Inter Milan vs Empoli, Verona vs AC Milan
Di sisa laga, Inter akan menghadapi 3 tim yang hanya berkutak di papan tengah, yaitu Empoli, Cagliari, dan Sampdoria.
Langkah AC Milan yang akan sedikit sulit, mereka masih harus bertemu Atalanta dan Sassulo yang memiliki skuat mentereng.
Dikutip dari Tribunnews.com, hanya Verona tim semenjana yang diprediksi akan mudah dikalahkan AC Milan untuk memuluskan langkah mereka meraih scudetto.
Persaingan dua tim sekota ini memang begitu sengit di musim 2021/2022, kedua juru taktik mampu meramu strategi yang apik untuk membawa anak asuhnya bersaing di gelar juara.
Tangan Dingin Simone Inzaghi di Inter Milan
Di bawah asuhan Simone Inzaghi, Nerazzurri sukses menampilkan perfoma yang begitu impresif mengalahkan penampilan AC Milan di bawah komando Stefano Pioli.
Ya, pikulan beban berat harus menggantikan posisi Antonio Conte yang sukses memberi gelar Scudetto di musim lalu nyatanya tak membuat Inzaghi berkeringat dingin.
Justru sebaliknya, adaptasi dan filosofi yang ia berhasil membuat Inter Milan tampil lebih agresif dan bertaji.
Gelar Piala Super Italia pun sukses ia berikan setelah 12 tahun lamanya Nerazurri tak berhasil meraihnya.
Dari segi taktik, Inzaghi mempertahankan skema lamanya di Lazio, yaitu bermain dengan pakem 3-5-2.