Berita Berau Terkini
Imunisasi Dasar Lengkap di Berau Bertambah, Ada Vaksinasi Pneumonia
Imunisasi dasar lengkap bagi anak rencananya ditambah satu lagi. Yakni, vaksin pneumonia untuk menambah kekebalan dan menjaga kesehatan tubuh anak
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Imunisasi dasar lengkap bagi anak rencananya ditambah satu lagi. Yakni, vaksin pneumonia untuk menambah kekebalan dan menjaga kesehatan tubuh anak secara keseluruhan.
Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan atau Dinkes Berau, Jamra menjelaskan, saat ini ada lima jenis imunisasi yang wajib diberikan pada anak.
Yakni, hepatitis, polio tetes, DPT HB-HiB, polio suntik dan campak rubella.
"Rencananya imunisasi pneumonia akan masuk program pemerintah tahun ini," ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (11/5/2022).
Imunisasi tersebut diberikan pada bayi usia dua bulan. Dengan dua kali dosis.
Baca juga: Update Kondisi Ustadz Zacky Mirza, Istri Bocorkan Soal Jantung & Pneumonia, Jalani Observasi 24 Jam
Baca juga: Seorang Pasien Covid-19 Meninggal di RSD Soemarno Tanjung Selor, Punya Riwayat Pneumonia dan Jantung
Baca juga: BREAKING NEWS Seorang Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Berau Meninggal, Sempat Alami Pneumonia Berat
Sebelumnya, vaksin tersebut tergolong mahal, sehingga belum bisa masuk ke dalam program. Hanya ada di dokter praktik saja. "Diperkirakan Juli mendatang sudah bisa terealisasi," jelasnya.
Pihaknya sudah mendapat arahan langsung dari pusat melalui zoom meeting dan telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Berau.
Selanjutnya PKM bisa meneruskan untuk disosialisasikan kepada masyarakat.
"Kalau vaksin yang diwajiban itu akan diberikan secara gratis. Tapi, kami masih menunggu arahan dari pusat," bebernya.
Lantaran pandemi Covid-19, cakupan vaksinasi bayi di bawah satu tahun menjadi tertinggal. Berdasarkan data, capaian imunisasi dasar lengkap tahun lalu hanya mencapai sekira 50 persen. Dari target sekira 50.000 anak.
Baca juga: BREAKING NEWS Satu Pasien Probable Covid-19 Meninggal di Samarinda, Punya Riwayat Pneumonia
"Memang capaian vaksin kita banyak yang tertinggal," ujarnya.
Karenanya, tahun ini pihaknya berharap bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Sebab, posyandu sudah aktif kembali. Sehingga, orangtua bisa membawa anak mereka untuk mendapatkan haknya.
"Kendala saat pandemi kan posyandu tidak aktif karena menghindari kerumunan. Jadi imunisasi hanya kami buka di dalam PKM saja. Akibatnya, masyarakat yang di kampung terlalu jauh mengakses PKM induk," bebernya.
"Semoga tahun ini bisa mencapai ketertinggalan yang lalu. Karena masih banyak anak yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap," tandasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Jamra-Dinkes-Berau.jpg)