Pemprov Kaltim akan Evaluasi Pengelolaan Aset Sesuai Rekomendasi dari DPRD

Pemerintah Provinsi Kaltim bakal mengevaluasi apa yang menjadi rekomendasi pansus LKPJ Gubernur Kaltim 2021 yang disampaikan saat rapat paripurna,

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menghadiri Rapat Paripurna ke-13, Rabu (11/5/2022). Pemprov Kaltim akan mengevaluasi serta bekerja maksimal apa yang menjadi rekomendasi pansus LKPJ Gubernur Kaltim 2021. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim bakal mengevaluasi apa yang menjadi rekomendasi pansus LKPJ Gubernur Kaltim 2021 yang disampaikan saat rapat paripurna ke-13, Rabu (11/5/2022).

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi yag datang langsung di Gedung DPRD Kaltim, mengungkapkan semua akan dilakukan evaluasi, termasuk pengelolaan aset yang sempat disinggung Ketua Pansus LKPJ.

"Yang jelas ini kan perencanaan dahulu yang tidak kontinyunitas, Stadion Palaran dibangun tapi tidak pernah ada perencanaan setelah itu akan diapakan, selama periode yang lalu tidak ada biaya pemeliharaan," ungkapnya.

Ketua DPRD, diakui Hadi Mulyadi, sering mengingatkan Pemprov Kaltim agar segera dilakukan rencana untuk pengelolaan.

Dia juga menganggap pemerintahannya bersama Gubernur Kaltim Isran Noor sebetulnya tertimpa sisa rencana yang tidak tepat.

Baca juga: Rapat Paripurna Rekomendasi Pansus LKPJ Gubernur Kaltim, Singgung Realisasi Program di Anggaran 2021

Kendati demikian, dia tak ingin berkeluh dengan apa yang telah ada, pihaknya berjanji akan maksimal dalam pengelolaaan.

"Nanti kita jajaki, ke swasta bisa, istilahnya agar tidak mubazir intinya, kita serahkan nanti siapa yang paling feasible (layak) mengelola itu, BUMD maupun swasta termasuk (aset) yang di Jakarta juga," tukas Hadi Mulyadi.

Menyinggung terkait adanya 35 paket proyek yang belum rampung, apakah nanti bakal diselesaikan pada anggaran tahun 2022.

Hadi Mulyadi mengatakan, Pemprov Kaltim bakal menyelesaikan apa yang menjadi PR di tahun sebelumnya.

Dia juga tak memungkiri, badai Covid-19 membuat realisasi serapan program-program mengalami perencanaan ulang karena adanya refocusing anggaran.

Baca juga: DPRD Kaltim Berharap Gubernur Isran Noor Hadir saat Penyampaian Rekomendasi LKPj 2021

"Itu semua dampak dari Covid-19 , dari tahun 2020 dan 2021, kita berharap tahun ini selesai, nanti kita akan cek semua untuk dievaluasi, makanya dalam rekomendasi tadi tidak mau banyak basa-basi, harus serius," ucapnya tegas. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved