Berita Balikpapan Terkini
Antisipasi Hepatitis Akut, Dinas Kesehatan Balikpapan Siapkan 20 Dokter Spesialis Anak
Masyarakat Kaltim patut waspada, khususnya para orang tua. Sebab, penyakit hepatitis akut misterius pada anak diduga sudah masuk Kaltim
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Masyarakat Kaltim patut waspada, khususnya para orang tua.
Sebab, penyakit hepatitis akut misterius pada anak diduga sudah masuk Kaltim.
Meski kasusnya belum ditemukan di Kota Minyak, namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi penyakit ini.
Setidaknya ada 20 dokter spesialis anak di Kota Balikpapan yang telah bersiaga.
Jumlah tenaga ahli berupa dokter spesialis anak tersebut pun dirasa banyak dan mumpuni.
"Dari Kemenkes sudah mengatur SOP dan alur rujukan. Rumah sakit menyiapkan laboratorium dan tenaga ahli, serta ruang perwatannya," katanya, Sabtu (14/5/2022).
Baca juga: Penyebab Hepatitis Akut Diduga dari Adenovirus hingga Covid-19, Ahli dari Inggris Buka Suara
Baca juga: Hepatitis Akut pada Anak Masih Misterius, Simak Hipotesa Ahli Benarkah Dampak Long Covid-19?
Baca juga: RSUD AW Sjahranie Samarinda Belum Bisa Pastikan Anak yang Meninggal Dunia Terindikasi Hepatitis Akut
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi dua kasus kematian baru diduga hepatitis misterius per Kamis (12/5).
Salah satunya dari Kaltim, anak berusia di bawah 10 tahun. Kasusnya terjadi di Kota Samarinda, namun masih dalam dugaan.
Anak tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Samarinda. Penanganannya pun dilakukan sesuai dengan SOP rumah sakit.
"Alhamdulillah kalau di Balikpapan sampai sekarang belum ada kasus ditemukan. Mudah-mudahan tidak sampai masuk ke sini," harap wanita yang kerap disapa Dio itu.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya.
Dalam surat tersebut, pemerintah daerah diminta memantau dan melaporkan kasus syndrome jaundince akut ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Kemudian meminta rumah sakit melakukan hospital record review kasus hepatitis akut misterius.
Surat ini disebut sebagai tindak lanjut dari kematian tiga anak di Jakarta yang diduga terjangkit hepatitis akut misterius.
Surat edaran tersebut telah diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta ke seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Kalimantan Timur.
Baca juga: Peneliti Jepang Mulai Bongkar Asal Hepatitis Akut, Ada Peranan Omicron Dibaliknya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Andi-Sri-Juliarty-kepala-DKK-BPP.jpg)