Berita Samarinda Terkini

Harga Sembako di Samarinda, Pemkot Terus Upayakan Kendalikan Inflasi

Selama momen bulan Ramadan hingga lebaran Idul Fitri tahun 2022 ini, pemerintah Kota Samarinda menilai harga kebutuhan pokok cenderung

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MARUF
Beberapa penjual bahan kebutuhan pokok di pasar Segiri Samarinda. Pemkot Samarinda menilai inflasi dan harga bahan pokok di Samarinda selama Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri relatif terkendali meskipun sempat mengalami kenaikan harga pada komoditas tertentu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Selama momen bulan Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri tahun 2022 ini, pemerintah Kota Samarinda menilai harga kebutuhan pokok cenderung terkendali di kota tepian.

Wakil walikota Samarinda, Rusmadi menyampaikan stabilnya harga bahan pokok di Samarinda tak lepas dari peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda yang bekerjasama dengan perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur dalam menekan inflasi.

Keberhasilan ini diharapkan terus diupayakan dengan pengendalian inflasi di kota Samarinda secara berkelanjutan agar dapat menjamin stok kebutuhan pangan dan bahan pokok bagi warga.

"Tim TPID sudah dapat melalui situasi Ramadan dan Idul Fitri dengan baik hingga menjamin ketenangan bagi warga terhadap harga dan stok bahan pokok di Samarinda," ucap Rusmadi melalui keterangan tertulis, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Tingkat Inflasi di Turki Meroket Sampai 70 Persen

Baca juga: Cegah Inflasi Tak Terkendali, Bupati Kutim Soroti Ketersediaan Sejumlah Bahan Pokok

Baca juga: Jadi Bagian IKN, Tahun 2024 Penajam Bakal jadi Indikator Perhitungan Inflasi di Kaltim

Rusmadi menekankan agar data yang dikumpulkan oleh TPID kota Samarinda bisa efektif dalam menentukan kebijakan pengendalian inflasi selanjutnya.

Seperti yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda melalui dinas terkait dengan menyelenggarakan pasar murah ke tengah masyarakat demi menyediakan bahan pokok seperti minyak goreng, beras dan sayur-sayuran dengan harga yang terjangkau.

"Intinya barang harus ada dengan harga yang terjangkau, maka Pemkot Samarinda akan terus bekerjasama dengan BI dalam menekan inflasi agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap stok bahan pokok," ungkap Rusmadi.

Sementara itu ditambahkan oleh Deputi Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Darmawan yang mengakui bahwa inflasi dan harga bahan pokok di Samarinda sempat meningkat karena momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Kebutuhan masyarakat yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa kala itu disinyalir menjadi penyebab naiknya sejumlah kebutuhan pokok di pasar.

Inflasi di kota Samarinda terjadi pada komoditas tertentu seperti minyak goreng sampai tarif air minum.

"Namun rangkaian upaya yang dilakukan oleh TPID bisa membuat inflasi di Kota Samarinda dapat terkendali," cetusnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved