Berita Viral

Baca Kisah Pilu Ayah di Sragen Cari Keadilan Selama 2 Tahun, Anak Dirudapaksa, Keluarganya Diteror

Baca kisah ayah di Kabupaten Sragen, D selama hampir 2 tahun pontang-panting kesana kemari untuk mencari keadilan untuk sang anak.

Editor: Heriani AM
(KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)
ilustrasi: korban rudapaksa. Baca kisah ayah di Kabupaten Sragen, D selama hampir 2 tahun pontang-panting kesana kemari untuk mencari keadilan untuk sang anak. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hati ayah mana yang tidak teriris melihat putri tercintanya jadi korban rudapaksa?

Baca kisah ayah di Kabupaten Sragen, D selama hampir 2 tahun pontang-panting kesana kemari untuk mencari keadilan untuk sang anak.

Selama 2 tahun terakhir, D mengaku amat tersiksa.

Sang anak, W (11) yang waktu itu masih berusia 9 tahun menjadi korban rudapaksa.

Terduga pelaku ialah tetangganya yang juga merupakan pelatih di salah satu perguruan silat yang ada di Sragen, mengutip TribunSolo.com dengan judul Curhat Pilu Ayah di Sragen: Kasus Putrinya Dirudapaksa Mandek 2 Tahun, Ayah Diteror, Anak Dibully

Kasus anaknya yang sudah dilaporkan ke Polres Sragen belum ada titik terang hingga kini, meski sudah pernah melakukan gelar perkara di Polda Jawa Tengah.

Siapa pelakunya kini masih abu-abu, dan polisi masih mencari bukti yang cukup untuk penetapan tersangka.

Baca juga: POPULER KALTIM: Wagub Hadi Mulyadi Sebut Dana CSR ke UI Kurang Pantas | Ayah Rudapaksa Anak Tiri

Ditemui wartawan usai mendampingi sang anak memberi keterangan di Polres Sragen pada Kamis (19/5/2022), D mengaku sering mendapat intimidasi dari beberapa pihak.

D menyebutkan intimidasi datang dari beberapa pihak, termasuk seorang yang katanya 'pejabat daerah' dan oknum anggota perguruan silat.

"Sudah banyak pihak (oknum) yang mencoba bernegosiasi, kasusnya diminta untuk tutup saja," kata D, Kamis (19/5/2022).

Intimidasi juga dibawa ke dalam pekerjaan D, yang awalnya sempat bekerja di salah satu pabrik.

Namun, pabrik tempatnya ia bekerja didatangi seseorang yang mengancam apabila pabrik tidak memecat D, maka izin operasi akan dicabut.

Mengetahui hal tersebut, D mengundurkan diri dan kini ia kesulitan untuk mencari nafkah.

Belum lama ini, menurut D gerobak jualan cilok dagingnya yang terparkir di Gabugan, Tanon ditabrak orang tak dikenal yang menggunakan kaos berlogo perguruan silat yang bersangkutan.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved