Berita Penajam Terkini
Imbas Penghentian Sementara Operasional IPA Penajam, Layanan Air PDAM Distop
Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) khusus Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bakal dihentikan sementa
Penulis: Nita Rahayu |
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) khusus Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bakal dihentikan sementara operasinya.
Hal tersebut disampaikan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Danum Taka PPU Abdul Rasyid kepada TribunKaltim.co, Selasa (31/5/2022).
Abdul Rasyid mengatakan, pemberhentian sementara instalasi pengelohan air bersih itu, sebab kualitas air untuk Kecamatan Penajam sudah menurun.
Hal itu disebabkan dalam bak penampungan terdapat sedimentasi yang tingginya sudah mencapai satu setengah meter.
Perkiraan sedimentasi tersebut terjadi karena tidak pernah terjadi pengerukan selama kurun waktu tiga tahun.
Baca juga: Satu Perusahaan Bidang Industri Kepelabuhanan Ditolak Berinvestasi di PPU, Indikasi Penguasaan Lahan
"Terdapat sedimentasi yang tingginya kurang lebih satu sampai satu setengah meter di bak penampungan, itu eskalasi selama tiga tahun," ungkapnya.
Selain karena hal itu, kualitas air yang ada di IPA Penajam juga telah memiliki pH yang cukup rendah, sehingga berdampak pada tingkat keasaman yang cukup tinggi, disamping debit air di Sungai Lawe-lawe juga turun drastis karena dipengaruhi kurangnya intensitas hujan.
Bak penampungan air dikatakan Abdul Rasyid harus dikeruk terlebih dahulu, kemudian lumpur yang ada didalam bak tersebut diganti dengan lumpur baru.
Sebagai informasi pengolahan air bersih di Penajam menggunakan lumpur treatment, semakin bagus kandungan lumpurnya, maka air yang dihasilkan juga semakin berkualitas.
"Kadar pH kita rendah sekali hanya tiga sampai empat jadi Asam sekali. Itu pengaruhnya jadi mau tidak mau, harusnya begini, air yang keruh ini bisa dilakukan dengan treatment lumpur, cuma di bak penampungan itu sudah jenuh jadi harus diganti lumpurnya, maka lumpur yang sudah berubah menjadi sedimentasi ini. Kita angkut dulu, kita keluarkan dulu baru kemudian kita menggunakan lumpur baru," terangnya.
Baca juga: Ritel Modern Menjamur di PPU, Pendapatan Pelaku Usaha Warung Kelontongan Merosot
Penghentian sementara operasi IPA atau WTP Penajam ini, otomatis membuat aliran air bersih untuk warga Kecamatan Penajam ikut terhenti.
Diperkirakan butuh waktu selama dua minggu untuk pembersihan tangki air tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menampung air untuk mengantisipasi penghentian sementara itu.
"Masyarakat diminta menampung air dulu, dalam waktu tiga hari ke depan kami umumkan kapan tanggal persis off-nya. Pekerjaannya diperkirakan mungkin seminggu, tapi kan kita harus menenggelamkan dulu kan baknya, prosesnya lama, ini khusus untuk Penajam saja, Waru, Sotek, Sepaku, Maridan masih aktif," ucapnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/direktur-perumda-danum-taka-ppu-abdul-rasyid-tr.jpg)