Berita Nasional Terkini

Pratikno Janji Bocorkan Jadwal Reshuffle Kabinet Indonesia Maju Jokowi, 16 Juni?

Pratikno janji bocorkan jadwal reshuffle Kabinet Indonesia Maju Jokowi, 16 Juni?

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju era Presiden Jokowi kembali mencuat, dan kabarnya bakal terjadi pada Rabu (15/6/2022).

Dilansir dari Tribunnews.com, menanggapi isu tersebut, Menteri Sekretaris Negara ( Mensesneg) Pratikno mengaku belum mengetahuinya.

"Sekarang tanggal berapa? Ya nanti kalau sudah ada jadwal, bocorin dikit-dikit," kata Pratikno ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Eks Rektor UGM itu mengaku belum menerima informasi apa pun terkait reshuffle yang akan dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

Kendati demikian, Pratikno sempat menyampaikan berbagai pertimbangan Jokowi jika hendak melakukan reshuffle.

"Banyak sekali permasalahan yang harus ditangani secara cepat. Ekonomi global. Sangat dinamis. Kita harus sangat responsif. Pandemi kita juga harus antisipatif. Jadi kita fokus kerja," ucap dia.

Namun, Pratikno tak membeberkan siapa menteri yang berpotensi diganti atau sosok yang akan menggantikan, termasuk soal Menteri Perdagangan M Lutfi yang disinyalir bakal terkena perombakan.

"Nanti saja," tandas Pratikno.

Sebelumnya, Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat yang menyatakan puas terhadap kinerja menteri kabinet Indonesia Maju Jokowi hanya 50,1 persen.

Sedangkan, 42,9 persen menyatakan tidak puas.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, bahwa hasil itu tidak linier dengan capaian kerja Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang mencapai 62 persen.

Hal itu disampaikan Yunarto Wijaya dalam rilis survei Evaluasi Kebijakan Pemerintah dan Peluang Kandidat Capres-Cawapres 2024 secara virtual, Senin (25/4/2022).

"Penilaian terhadap kinerja menteri kabinet Indonesia maju, ada gab yang sangat besar 50,1 persen yang menyatakan puas. 42,9 persen menyatakan tidak puas," kata Yunarto.

Yunarto pun mengatakan, pihaknya melakukan pengkajian ulang dan menanyakan kepada publik apakah setuju atau tidak setuju jika Presiden Jokowi kembali melakukan reshuffle kabinet menteri.

Hasilnya, hampir mayoritas responden menyatakan setuju jika dilakukan reshuffle kabinet.

"68,5 persen menyatakan setuju dan hanya 18,2 persen tidak setuju. 14,3 persen tidak tahu tidak jawab," ucap Yunarto.

Menurutnya, ketidakpuasan atas kinerja menteri ini salah satunya disebabkan kinerja penilaian buruk dari masyarakat terhadap kinerja menteri dan jauh lebih buruk dari kinerja dari Presiden.

"Ini catatat apabila betul reshuffle kabinet dianggap bisa menjawab persoalan dan orang-orant yang hadir bisa mempuni, ini jadi stimulus kepercayaan publik terhadap kinerja menteri," jelas Yunarto. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved