Berita Samarinda Terkini
Murid di Samarinda Diduga Diusir Guru, Walikota Andi Harun: Ini Hanya Salah Paham
Walikota Samarinda, Andi Harun datang ke rumah murid yang sebelumnya diduga diusir gurunya saat ingin mengikuti ujian di sekolah
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun datang ke rumah murid yang sebelumnya diduga diusir gurunya saat ingin mengikuti ujian di sekolah.
Andi Harun datang bersama jajaran terkait, di sana sekaligus juga melakukan mediasi antara orang tua murid dan pihak guru dari SDN 002 Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Hasilnya dari mediasi yang dilakukan tersebut, malasah ini dianggap telah selesai, Walikota Andi Harun menyebut terjadi ini hanya lantaran miss komunikasi atau kesalahpahaman.
"Hari ini saya meninjau langsung di lapangan supaya tau persis masalahnya, ternyata hanya kesalah pahaman," ungkapnya kepada TribunKaltim.co saat ditemui di lokasi.
Baca juga: Soal Seleksi PPPK, Bupati Kukar Minta Forum Guru Honorer Terus Bersuara ke Pusat
Baca juga: Andi Harun Hadiri Syukuran dan Halal Bihalal DPC Gerindra Samarinda
Baca juga: IPA Bengkuring 2 Diresmikan, Walikota Andi Harun Sebut untuk Suplai Air Bersih ke Samarinda Utara
AH karibnya Walikota Samarinda tersebut, jelaskan bahwa secara kronologis permasalahan ini tidak sama seperti yang berkembang luas di media sosial.
Kejadian ini bermula adanya kebijakan pemerintah untuk meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka, yang lalu diganti secara Daring lantaran Pandemi Covid-19.
Setelah kembali tiba masuk sekolah tatap muka, sang murid pun juga turut masuk.
Di sekolahan adanya kebijakan bagi anak yang lama tidak masuk, maka ada penegakan disiplin.
Kesalahpahaman itu terjadi di titik ini, sebutnya AH pihak sekolah pun sudah pernah mencari tahu mengapa murid itu, namun informasi terputus.
Baca juga: Hadiri Kegiatan Majelis Alumni Pemuda Ansor di Samarinda, Andi Harun Minta Jaga Persatuan & Kesatuan
Sehingga tidak mengetahui kondisi persis dari anak tersebut.
Sang murid itu, sebenarnya orang tua perempuannya telah meninggal dan sang ayahnya mendekam di penjara akibat perbuatan pidananya.
Lalu anak itupun dirawat oleh tantenya, yang juga memiliki tiga orang anak, dan dua keponakan yang juga dijaganya, selain dari murid SDN 002 Samarinda Seberang itu.
Namun dengan langsung turunnya pihaknya beserta unsur terkait termasuk Disdikbud, Kecamatana, Kelurahan, TNI/POLRI, pada hari ini permaslahan pun telah dianggap selesai.
"Dan saya nyatakan hari ini clear, dua belah pihak sudah dipertemukan, dan telah saling memaafkan, ini hanya kesalah pahaman," tegasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/SDN-002-smd-polemik.jpg)