Berita Internasional Terkini
Pasukan Putin dalam Masalah, Inggris Bantu Ukraina Kirim Roket Multiple-launch Hadapi Serangan Rusia
Pasukan Vladimir Putin dalam masalah, Inggris bantu Ukraina kirim roket Multiple-launch hadapi serangan artileri jarak jauh Rusia.
Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan memasok High Mobility Artillery Rocket System M142 atau HIMARS kepada Ukraina.
HIMARS akhirnya diberikan Biden setelah Kyiv menjamin tidak akan menggunakannya untuk menyerang wilayah Rusia.
Departemen Pertahanan AS mengatakan akan mengirim empat HIMARS M142 bersama dengan Sistem Roket Peluncuran Berganda Terpandu yang memiliki jangkauan lebih dari 64 kilometer.
Baca juga: Membeli Minyak Rusia Murah, Cina dan India Bantu Putin Tumpulkan Sanksi Barat
Sementara itu, Inggris akan melatih pasukan Ukraina untuk menggunakan senjata baru tersebut.
Sebelumnya, Inggris telah melatih personel militer Ukraina untuk menggunakan kendaraan lapis baja darinya.
Ancaman Putin Terkait Bantuan Senjata AS
Dalam wawancaranya dengan saluran televisi Rossiya-1, Putin mengatakan Barat tidak ingin konflik di Ukraina segera berakhir.
Menurutnya, semua keributan terkait pengiriman senjata ke Kyiv bertujuan untuk memperpanjang konflik bersenjata di Ukraina.
"Dalam pandangan saya, semua keributan atas pengiriman persenjataan tambahan ini umumnya mengejar satu-satunya tujuan untuk memperpanjang konflik bersenjata selama mungkin," kata Putin kepada reporter Pavel Zarubin dalam program Vesti Nedeli, yang tayang pada Minggu (5/6/2022), dikutip dari TASS.
Pemimpin Rusia itu menanggapi pengiriman sistem roket Amerika Serikat kepada Ukraina.
Ia berujar, pasokan sistem roket peluncuran ganda dari AS tidak mengubah apa pun karena Kyiv sebelumnya memiliki inventaris persenjataan ini.
Baca juga: MEMALUKAN, Kisah KKB Papua Ngadu Sambil Nangis ke TNI Polri Gegara Kena Tipu Beli Senpi di Facebook
AS disebut hanya mengisi kembali stok yang dimiliki Kyiv.
"Tidak ada yang baru tentang itu," kata Putin.
"Ini semua adalah sistem roket peluncuran ganda dan tentara Ukraina mengoperasikan sistem roket Grad, Smerch, dan Uragan buatan Soviet dan Rusia yang serupa," ujarnya.
Pemimpin Rusia menilai jangkauan "tergantung pada roket yang digunakan dan bukan pada sistem itu sendiri."
