Berita Berau Terkini
Suspek PMK pada Hewan Ternak Sapi di Berau, Masih Menunggu 2 Rujukan Lab
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, mengambil sample darah kepada sejumlah hewan yang berada di penampungan Sapi
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
Meski begitu, jika nantinya terdapat kasus PMK, penyakit tersebut masih bisa diobati. Hewan ternak akan diisolasi dan diobati. Tergantung kembali, pada tingkat daya tahan dari hewan yang terkena penyakit.
Jika hewan telah sakit lama, maka akan jauh lebih sulit untuk pengobatan. Namun, Iwan menegaskan hewan yang terkena PMK masih bisa dikonsumsi.
“Kalau yang kena hewan di RPH, itu masih bisa dipotong, kalau punya peternak, maka kami akan diobati. Kita tunggu hasil labnya,” tutupnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmaveg Distanak Berau, I Putu Setion mengatakan pihaknya masih kesulitan untuk menghitung stok pasti hewan persipn menjelang idul adha.
Saat ini, mereka hanya bisa menunggu hewan yang datang setelah karantina, untuk memastikan hewan dalam kondisi baik.
Di lapangan, pihaknya juga memantau harga sapi yang beredar semakin tinggi lantaran stok tidak banyak, dan biaya karantina mahal.
“Kami dapat laporan dari pelaku usaha, biaya karantina mahal, karena peternak lah yang mempersiapkan biaya makan dan lainnya. Sekarang sapi ada disekitaran Rp 25 juta,” tegasnya.
Sementara itu, sesuai data dari pihaknya, kebutuhan rerata sapi untuk idul adha mencapai 1.031 per tahunnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sampel-suspek-PMK.jpg)