Kota Samarinda Berhasil Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Terbanyak se-Kaltim

Kota Samarinda terbanyak raih penghargaan Sekolah Adiwiyata tahun 2022, se Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Rahmad Taufiq
HO/PEMKOT SAMARINDA
Penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi di Hotel Mercure Samarinda. HO/PEMKOT SAMARINDA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kota Samarinda terbanyak raih penghargaan Sekolah Adiwiyata tahun 2022, se Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Di mana sebayak 16 sekolah di Samarinda berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi Kaltim tersebut.

Diketahui, Sekolah Adiwiyata adalah merupakan sekolah yang peduli terhadap lingkungan yang sehat, lingkungan yang bersih, serta lingkungan yang indah.

“Alhamdulillah Samarinda terbanyak di Kaltim peroleh penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Semoga ini bisa menjadi cambuk bagi sekolah lainnya untuk menjadikan sekolahnya sebagai sekolah adiwiyata.

Kalau perlu semua sekolah di Samarinda menyandang predikat Sekolah Adiwiyata,” ungkap Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani usai peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi di Hotel Mercure Samarinda.

Baca juga: Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Kaltim Serahkan Proper Adiwiyata dan Kalpataru

Nurrahmani memberikan apresiasi dan terima kasih kepada sekolahan yang telah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tahun 2022 tersebut.

Dia mengatakan, mereka adalah sekolah yang selama ini sudah menerapkan pendidikan berbasis lingkungan dalam proses pembelajaran mereka sehari-hari.

Orientasi dari penghargaan Adiwiyata ialah tentang memberikan edukasi kepada para siswa agar selalu bisa menjaga lingkungan sekolah dengan baik, mulai dari mengarahkan pola pikir, hingga penentuan kurikulum yang berkiblat pada aspek keperdulian terhadap lingkungan.

“Edukasi kepedulian terhadap lingkungan memang sudah sepatutnya ditanamkan sejak dini. Sehingga siswa, sejak pendidikan dasar, bahkan jika memungkinkan sejak pendidikan anak usia dini sudah terbiasa dengan upaya melestarikan lingkungan,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa pada prinsipnya Adiwiyata dibagi kedalam tiga hal, yakni edukatif, partisipatif dan berkelanjutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved