Selasa, 28 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Petani Maggot Balikpapan, Beternak Demi Lingkungan Hidup dan Raih Cuan

Siapa sangka, dari binatang Maggot ternyata bisa mendapatkan manfaat dari sisi lingkungan hidup dan ekonomi,

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Ridwan, petani Maggot Balikpapan. Beternak Maggot untuk mengurangi limbah sampah organik dan pemenuhan kebutuhan hewan ternak ayam. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Siapa sangka, dari binatang Maggot ternyata bisa mendapatkan manfaat dari sisi lingkungan hidup dan ekonomi. 

Hal inilah yang sedang dicoba oleh petani Maggot Balikpapan, Ridwan HB saat bersua dengan TribunKaltim.co, mengungkapkan kenggulan dalam beternak Maggot, Minggu (12/6/2022) sore. 

Bagi yang belum familiar dengan Maggot, Ridwan menjelaskan, Maggot merupakan sejenis binatang yang juga biasa disebut dengan belatung.

Namun kata Maggot lebih sering dipakai di kalangan masyarakat. 

Baca juga: Mengenal Keunggualan Desa Pinang Raya Kutai Timur, Didominasi Petani Sayuran

Baca juga: Pastikan Produk Pertanian Aman Dikonsumsi, DKP Paser Beri Penyuluhan Sertifikasi Prima 3 ke Petani

Baca juga: Bertahan di Tengah Turunnya Harga Sawit, Petani di Paser tanpa Penghasilan hingga Kerja Serabutan

"Kalau istilah belatung itu kan kesannya gimana gitu. Kan pakai nama belatung, orang berpikiran macam-macam. Makanya yang terkenal adalah Maggot," tuturnya saat ditemui di Plaza Balikpapan.  

Manggot bisa diternak secara mudah, dimanapun berada. Maggot adalah jenis larva lalat hitam atau yang dalam istilah internasional disebut Black Soldier Fly atau Hermetia Illucens.

"Saya bisa dikatakan baru pemula untuk ternak Maggot. Di Balikpapan masih jarang orang yang mau. Saya saja baru enam berjalan," ungkap Ridwan. 

Saat ini yang sedang berjalan, peternakan di kilometer 16 Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat. Dilakukan secara berkelompok. 

Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Penajam Mesti Paham Memilih Komoditas Tanaman

Kata Ridwan, sebagian besar warga di RT 16 Kariangau memiliki kandang ayam. Lalu mengembangbiakan Maggot tentu saja untuk pemenuhan kebutuhan pangan ternak.

Manggot jadi pelengkap sempurna makanan bagi hewan ternak, seperti di antaranya, ayam, lele, umpan untuk memancing ikan dan pakan bagi burung walet. 

Bentuk Maggot dari dekat.
Bentuk Maggot dari dekat, diternak di Balikpapan, Kalimantan Timur. Maggot adalah jenis larva lalat hitam atau yang dalam istilah internasional disebut Black Soldier Fly atau Hermetia Illucens. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Kegunaan Maggot sebenarnya ada banyak. Selain untuk pakan hewan ternak, bisa juga untuk bahan-bahan untuk pembuatan tepung yang bisa dijadikan sebagai pembuatan kosmetik kecantikan. 

"Pasarnya bisa ekspor, dikirim ke luar negeri. Tapi kami di RT 16 belum besar karena memang hanya baru sebatas buat makan ayam saja," katanya. 

Jika dibandingkan dengan makanan dedak, pur atau jagung, tentu saja Maggot makanan mahal bagi ayam ternak, sebab memiliki kandungan protein yang tinggi, bisa mememberikan efek bagus bagi si ayam. 

"Setahu saya yang sudah bisa ekspor itu di Kalimantan Tengah sudah ada, Balikpapan ini belum bisa. Masih sedikit. Tapi saya optimis, ke depan bisa tembus pasar ekspor," ujarnya. 

Ridwan, petani Maggot Balikpapan. Beternak Maggot untuk mengurangi limbah sampah organik dan pemenuhan kebutuhan hewan ternak ayam.
Ridwan, petani Maggot Balikpapan. Beternak Maggot untuk mengurangi limbah sampah organik dan pemenuhan kebutuhan hewan ternak ayam. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Lingkungan Bersih, Cuan Datang

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved