Berita Internasional Terkini
Rusia Terus Gempur Severodonetsk, Namun Belum Berhasil Kuasai Ukraina di Hari 108
Rusia terus gempur Severodonetsk, namun belum berhasil kuasai Ukraina di hari 108
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Pertempuran sengit terus berlanjut di kota strategis Severodonetsk di Ukraina timur.
Situs tersebut digunakan warga sipil untuk berlindung di tengah intensnya pengeboman.
Dilansir dari Tribunnews.com, penembakan oleh pasukan Rusia menyebabkan kebakaran di pabrik kimia tersebut.
Dilansir The Guardian, Gubernur wilayah Luhansk Serhiy Haidai mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal bahwa pabrik kimia Azot tetap berada di bawah kendali Ukraina.
Haidai menambahkan bahwa pertempuran yang berlangsung pada Minggu (12/6/2022) di "pinggiran kota, di jalan-jalan langsung dekat pabrik" .
Pasukan Rusia juga meledakkan sebuah jembatan di atas Sungai Donetsk Siverskyi.
Lokasi tersebut merupakan jalur evakuasi yang mungkin dari Severodonetsk ke Lysychansk.
Haidai menuturkan tembakan artileri menewaskan seorang wanita dan menghancurkan empat rumah.
Severodonetsk telah menjadi titik fokus dari upaya Moskow untuk membuat kemajuan di Ukraina timur.
Serangan Rusia mengalihkan fokus mereka untuk merebut wilayah Luhansk dan Donetsk, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas, setelah kegagalan mereka untuk segera merebut ibukota Ukraina, Kyiv.
Dengan menjatuhkan Severodonetsk dan kota kembarnya Lysychansk akan memberi Rusia kendali penuh atas Luhansk.
Haidai menegaskan kembali bahwa Ukraina tetap mengendalikan pabrik kimia Azot, pabrik kimia terbesar di Severodonetsk, tempat ratusan warga sipil berlindung, Minggu (12/6/2022).
Pejabat Ukraina juga menolak klaim "kebohongan" yang dibuat oleh separatis yang didukung Rusia bahwa 300 hingga 400 pejuang Ukraina terperangkap di pabrik yang berada di bawah "blokade".
“Rusia mengerahkan semua kekuatannya untuk merebut kota ini dan mengendalikannya secara penuh, tetapi sejauh ini belum berhasil,” tambah Haidai.
Pejabat Ukraina sebelumnya menolak perbandingan potensial antara situasi di Azot dan pengepungan selama berbulan-bulan di pabrik baja Azov di kota pelabuhan Mariupol.