Berita Kukar Terkini
Cara Bupati Edi Damansyah Cegahan Stunting di Kukar: Mohon Bantuannya dan Doanya
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menandatangani komitmen bersama pencegahan stunting,
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menandatangani komitmen bersama pencegahan stunting di Kabupaten Kukar, Provinsi Kalimantan Timur.
Komitmen tersebut dibuat dalam rangka memetakan pembagian tugas dan saling berkoordinasi antar instansi satu dengan lainnya.
Penandatanganan komitmen bersama dalam rangka pencegahan stunting di Kota Raja itu dilakukan dengan Kemenag Kukar.
Yakni, tentang penguatan pendampingan bagi remaja, calon pengantin, dan keluarga muda dalam rangka pencegahan perkawinan anak dan penurunan stunting.
Baca juga: Angka Stunting di Kaltim Berkurang 6 Persen, Hadi Mulyadi: Tiap Tahun Turun 4 Persen
Baca juga: Cegah Stunting, 141 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Paser Bentuk TPPS
Baca juga: Pojok Konseling Hadir di Sangatta Selatan Kutim, Sasar Calon Pengantin demi Cegah Stunting
"Kita semua harus dapat bersinergi, agar masyarakat merasakan manfaat dari program dedikasi pemerintah daerah dan terwujud masyarakat Kukar yang sehat, sejahtera, dan berbahagia," kata Edi, Selasa (14/6/2022).
Pemab Kukar, berdasarkan RPJMD tahun 2021-2026 berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, salah satunya kebijakan di bidang kesehatan.
Dengan menurunkan presentasi balita stunting secara bertahap dari kisaran 16,19 persen pada tahun 2021, menjadi 15,6 persen pada tahun 2022.
"Mohon bantuan dan doanya, mudah-mudahan Kukar nanti bisa mampu turunkan angka stunting,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang mengganggu pertumbuhan.
Karenanya orangtua perlu memahami serta membekali diri dengan cara untuk mencegah stunting pada anak.
Baca juga: 5 Cara Cegah Stunting di Bulungan Kalimantan Utara ala Bupati Syarwani
Stunting atau perawakan pendek merupakan masalah kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Hal ini kemudian menimbulkan masalah gizi kronis sehingga mengganggu pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak penderita.
Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi sebelum kehamilan, kondisi kekurangan nutrisi pada saat hamil, dan kehamilan pada usia remaja.
Selain itu penyebab stunting juga dikarenakan pemberian makanan pengganti ASI yang berkualitas rendah, karena interval kehamilan yang terlalu dekat, serta karena infeksi berulang.
Stunting turut bergantung kepada permasalahan ketahanan atau kecukupan pangan, keterjangkauan dan akses pangan, kondisi higienis lingkungan sekitar, norma masyarakat, dan lain sebagainya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pencegahan-stunting-di-kukar.jpg)